Komisi I DPR Minta RI Desak Netanyahu Setop Serang Gaza: Manfaatkan BoP

Sedang Trending 52 menit yang lalu
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono meminta pemerintah mengambil sikap terhadap Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu nan menyatakan tidak bakal berakhir menyerang Gaza dan tidak bakal menarik pasukan. Dave meminta Pemerintah Indonesia manfaatkan posisi di Board of Peace (BoP) untuk mendesak Netanyahu.

Dave awalnya bicara mengenai sikap nan kudu diambil Indonesia mengenai perang di Timur Tengah, khususnya mengenai serangan Israel ke Gaza. Dia menyebut Indonesia tetap kudu menganut politik luar negeri bebas aktif.

"Bagi Indonesia, sikap nan perlu dikedepankan tetap berdasarkan petunjuk konstitusi dan politik luar negeri bebas aktif. Pemerintah kudu terus memanfaatkan beragam saluran diplomasi, baik di forum multilateral maupun melalui komunikasi bilateral, untuk mendorong penghentian kekerasan, perlindungan penduduk sipil, kelancaran penyaluran support kemanusiaan, serta terciptanya gencatan senjata nan berkelanjutan," kata Dave saat dihubungi, Kamis (6/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Dave mendorong Indonesia memanfaatkan keanggotaan di BoP. Menurutnya, forum itu bisa mendorong semua pihak, termasuk Netanyahu, menahan diri.

"Keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) juga perlu dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat kontribusi diplomasi Indonesia. Forum tersebut kudu menjadi ruang untuk mendorong seluruh pihak menahan diri, menghentikan eskalasi konflik, serta membuka kembali proses perundingan nan andal demi tercapainya perdamaian nan setara dan berkelanjutan," ucap dia.

Dave meyakini Indonesia punya kredibilitas menjaga perdamaian dan menghormati norma internasional. "Oleh lantaran itu, setiap forum internasional perlu dimanfaatkan untuk membangun support nan lebih luas bagi penyelesaian bentrok secara damai. Pada akhirnya, perdamaian nan berkepanjangan hanya dapat diwujudkan melalui dialog, kepercayaan, dan komitmen berbareng untuk mengakhiri penderitaan masyarakat sipil," imbuh dia.

Seperti diketahui, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan penolakannya terhadap kesepakatan terbaru Gaza dalam pertemuan dengan perwakilan Dewan Perdamaian (Board of Peace) buatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Netanyahu menegaskan Israel tidak bakal menghentikan serangan militer dan tidak bakal menarik pasukannya dari posisi-posisi di Jalur Gaza, sebagaimana diatur dalam rencana perdamaian nan diusulkan Trump.

Menurut laporan surat berita Israel Hayom nan mengutip sumber Israel tanpa menyebut nama, penolakan itu disampaikan Netanyahu dalam pertemuan dengan utusan utama Dewan Perdamaian untuk urusan Gaza, Nickolay Mladenov, pada Senin (3/8) waktu setempat.

"Israel tidak bakal menarik pasukannya dari posisi-posisi nan dikuasainya di Gaza, dan tidak bakal melakukan gencatan senjata," tegas Netanyahu kepada Mladenov dalam pertemuan tersebut, seperti dikutip Israel Hayom dalam laporannya, dilansir Anadolu Agency dan TRT World, Selasa (4/8).

(maa/lir)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News