Jakarta -
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengatakan tetap ada calon jemaah haji nan resah lantaran koper belum diberikan menjelang keberangkatan kloter pertama pada 21 April 2026. Komisi VIII DPR meminta maskapai mendistribusikan segera koper jemaah.
Hal itu disampaikan Abdul Wachid dalam rapat kerja dengan Kemenhaj RI di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026). Abdul Wachid mengatakan calon jemaah resah bakal berangkat alias tidak pada penyelenggaraan haji tahun ini.
"Akhir-akhir ini, Pak Menteri, masyarakat alias jemaah ini sudah resah berangkat dan tidak, ya. Habis begitu, kopernya sampai sekarang belum sampai. Jadi menambah kegelisahan jemaah," ujar Abdul Wachid dalam rapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia meminta kejelasan mengenai koper itu kepada Kemenhaj. Abdul Wachid mengatakan terbuka kemungkinan maskapai penyalur koper untuk dipanggil jika belum merampungkan tugasnya.
"Saya cek Jawa Tengah itu baru dikirim dari Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan. nan ke timur sama selatan belum. Ya, ini kami minta vendornya siapa. Kalau perlu vendornya kita panggil. Ya, lantaran ini menimbulkan kegelisahan," katanya.
Dalam kesempatan nan sama, Menhaj Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), menyebut progres pendistribusian koper pada maskapai Saudia Airlines di nomor 58 persen. Ia mengatakan pendistribusian koper ini tetap stabil.
"Distribusi koper, perlengkapan, dan kesiapan pondok haji. Pada pengedaran koper, progres secara umum relatif stabil dengan tingkat penyelesaian sekitar 58 persen dari total kebutuhan pada maskapai Saudia Airlines," ujar Gus Irfan.
Kendati demikian, dia menyebut tetap ada hambatan pada pendistribusian koper Garuda Indonesia. Ia mengatakan, dari 20.617 koper nan dikirim, baru 1.653 nan diterima oleh instansi wilayah (kanwil).
"Dan ini difokuskan pada kloter-kloter pemberangkatan awal. Namun terdapat hambatan signifikan khususnya pada pengiriman oleh Garuda Indonesia di mana dari 20.617 koper nan telah dikirim maskapai, baru 1.653 koper nan terkonfirmasi diterima oleh kanwil. Ini memang nomor nan sangat-sangat kurang," kata Gus Irfan.
Ia menyebut Garuda Indonesia sudah menjanjikan pendistribusian koper bakal dipercepat. Mereka menyatakan bakal merampungkan pengiriman koper itu maksimal 16 April 2026.
"Karena itu kemarin kita minta pihak Garuda untuk segera memastikan koper-koper bisa diterima dalam waktu nan singkat. Mereka menjanjikan maksimal tanggal 16. Maksimal. Tentu diusahakan sebelum itu sudah bisa diterima oleh calon jemaah," imbuhnya.
(dwr/whn)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·