Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.(Antara)
BANGUN kerjasama kuat dengan semua pihak agar perpustakaan dan ruang edukasi publik tetap relevan mengikuti perkembangan zaman.
"Pengalaman di beragam wilayah menunjukkan bahwa revitalisasi nan melibatkan komunitas, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan bisa mempercepat transformasi ruang baca menjadi destinasi nan diminati," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, Senin (14/9), dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan nan diperingati setiap 14 September.
Hari Kunjung Perpustakaan ditetapkan pertama kali pada 14 September 1995 oleh Presiden Soeharto dengan tujuan untuk meningkatkan budaya membaca dan literasi di Indonesia.
“Alih kegunaan rumah dinas Bupati Jepara menjadi bagian dari Museum Kartini nan relatif sigap merupakan corak kerjasama nan kuat semua pihak mengenai dalam mewujudkannya,” ujar Rerie, sapaan berkawan Lestari, mengungkapkan pengalamannya.
Rerie nan juga Anggota Komisi X DPR RI itu berharap, kerjasama semacam itu dapat diterapkan secara konsisten dalam pembangunan sektor kebudayaan nasional, termasuk perpustakaan dan museum nan menghadapi tantangan serupa dalam menarik kunjungan masyarakat.
Data Perpustakaan Nasional 2025 mencatat jumlah perpustakaan di Indonesia mencapai 219.415 unit.
Jumlah itu, ujar Rerie, terdiri dari 155.904 unit perpustakaan di lingkungan SD hingga SLTA dan sederajat, 54.344 unit perpustakaan umum (di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan), 5.833 perpustakaan unik (di lembaga pemerintah, non-pemerintah, dan rumah ibadah), serta 3.335 perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi.
Berdasarkan sumber nan sama, tambah Legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, jumlah perpustakaan terakreditasi sebanyak 14.774 perpustakaan (6,73%) dan perpustakaan nan belum terakreditasi mencapai 204.641 (93,27%).
Tantangan tersebut, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, kudu dijawab dengan upaya penguatan di sejumlah sektor dan tidak bisa diwujudkan sendiri-sendiri. Menurut Rerie, diperlukan komitmen lintas sektor untuk memastikan ruang-ruang pengetahuan itu tetap hidup dan diakses masyarakat luas.
“Kolaborasi kuat semua pihak mengenai sangat dibutuhkan untuk mewujudkannya sebagai bagian upaya menghadirkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan literasi secara luas,” pungkas Rerie. (Cah/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·