Ilustrasi(Dok Avrist Assurance )
KEBUTUHAN masyarakat terhadap layanan keuangan semakin beragam, mulai dari perlindungan jiwa dan kesehatan, asuransi umum, pengelolaan investasi, hingga persiapan biaya pensiun. Kondisi tersebut mendorong pelaku industri jasa finansial untuk tidak hanya menyediakan produk secara terpisah, tetapi juga membangun jasa nan dapat menjangkau beragam kebutuhan finansial dalam satu ekosistem.
Melihat perkembangan tersebut, Avrist Group mengukuhkan One Avrist Synergy, inisiatif kerjasama strategis nan menyatukan empat entitas dalam grup untuk menghadirkan solusi perlindungan dan perencanaan finansial nan lebih komprehensif.
Inisiatif nan mengusung pendekatan “One Avrist, One Solution” tersebut memperkuat kerjasama antara PT Avrist Assurance (AVRASS), PT Avrist General Insurance (AGI), PT Avrist Asset Management (AVRAM), dan DPLK Avrist. Keempat entitas mempunyai konsentrasi upaya nan berbeda, tetapi diarahkan untuk bekerja dalam satu semangat layanan.
Pengukuhan One Avrist Synergy dilakukan secara simbolis oleh Agus Setiawan selaku Direktur dan (Pjs.) Presiden Direktur Avrist Assurance (AVRASS), Aldi Rinaldi selaku Direktur Avrist Assurance (AVRASS), Dwi Wahyuni selaku Direktur Utama Avrist General Insurance (AGI), Agus Sugianto selaku Direktur Avrist Asset Management (AVRAM), dan Firmansyah selaku Ketua Pengurus DPLK Avrist.
Agus Setiawan mengatakan One Avrist Synergy merupakan penerapan nyata dari visi “One Avrist, One Solution” nan menjadi arah strategis Avrist Group dalam memperkuat kerjasama antarentitas.
“Melalui sinergi ini, kami menghadirkan pengalaman pengguna nan lebih seamless dan individual di setiap touchpoint, didukung oleh integrasi jasa dan pedoman info nan terpadu sehingga kebutuhan pengguna dapat dipahami secara lebih menyeluruh. Kami percaya sinergi ini bakal memberikan kemudahan, nilai tambah, serta pengalaman jasa nan lebih optimal bagi seluruh stakeholder kami ialah nasabah, mitra bisnis, tenaga kerja dan pemegang saham,” ujar Agus dikutip Kamis (3/9).
Melalui One Avrist Synergy, pengguna dapat mengakses rangkaian jasa nan mencakup beragam kebutuhan finansial. Avrist Assurance menangani asuransi jiwa dan kesehatan, sementara Avrist General Insurance menyediakan perlindungan melalui beragam solusi asuransi umum.
Pada sisi pengelolaan aset, Avrist Asset Management menyediakan jasa investasi. Adapun DPLK Avrist melengkapi ekosistem tersebut melalui jasa perencanaan biaya pensiun.
Dengan penyatuan empat lini tersebut, Avrist Group berupaya memberikan akses terhadap jasa nan lebih terintegrasi. Pendekatan ini memungkinkan kebutuhan pengguna mengenai proteksi, pengelolaan aset, hingga persiapan masa pensiun berada dalam satu ekosistem grup.
Dari sisi bisnis, Avrist Group juga menargetkan pertumbuhan pendapatan melalui bundling layanan. Sementara dari sisi operasional, integrasi jasa dan prasarana diharapkan dapat menciptakan efisiensi biaya melalui pemanfaatan bersama.
Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari komitmen nan mulaidibangun melalui Avrist Group Financial Forum pada Februari 2026.
Direktur Utama Avrist General Insurance (AGI) Dwi Wahyuni, Direktur Avrist Asset Management (AVRAM) Agus Sugianto, dan Ketua Pengurus DPLK Avrist Firmansyah, turut menyambut inisiatif tersebut sebagai corak komitmen perusahaan mendorong penemuan melalui kerjasama upaya nan lebih erat di seluruh entitas Avrist Group.
“Kami menyambut baik inisiatif One Avrist Synergy untuk menghadirkan jasa nan semakin komprehensif mulai dari perlindungan jiwa, asuransi umum, pengelolaan investasi, hingga perencanaan pensiun, sehingga pengguna dapat memenuhi beragam kebutuhan finansial melalui satu grup terpercaya,” ujar mereka.
Penguatan sinergi tersebut melangkah dengan support keahlian masing-masing entitas di dalam grup. Sebagai perusahaan asuransi jiwa patungan pertama di Indonesia nan berdiri sejak 1975, PT Avrist Assurance telah mempunyai pengalaman lebih dari lima dasawarsa di industri asuransi. Berdasarkan laporan finansial per Juni 2026, Avrist Assurance mencatatkan total aset Rp5,94 triliun, total ekuitas Rp2,078 triliun, dan untung bersih Rp122,7 miliar.
Pada periode nan sama, rasio pencapaian solvabilitas alias Risk Based Capital (RBC) Avrist Assurance tercatat sebesar 708,2%. Rasio tersebut tetap berada jauh di atas ketentuan minimum regulator.
Di lini asuransi umum, PT Avrist General Insurance (AGI) mencatatkan gross written premium (GWP) sebesar Rp239 miliar dan untung bersih Rp6 miliar per Juni 2026. Adapun rasio RBC AGI tercatat sebesar 210%. Sementara itu, PT Avrist Asset Management (AVRAM) mengelola biaya kelolaan alias asset under management (AUM) sebesar Rp3,56 triliun. Dana tersebut berasal dari 57.473 penanammodal ritel dan 135 penanammodal institusional per Juni 2026.
Pada lini biaya pensiun, DPLK Avrist mencatatkan total biaya kelolaan sebesar Rp1,3 triliun per Juni 2026. Nilai tersebut meningkat 5,64% dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya.
Bagi Avrist Group, kerjasama antarentitas tidak hanya ditujukan untuk memperluas pilihan layanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem finansial nan lebih terhubung.
Aldi Rinaldi, Direktur Avrist Assurance (AVRASS), mengatakan kerjasama menjadi motor penggerak agar Avrist Group tetap relevan dan adaptif dalam merespons kebutuhan nasabah.
“One Avrist Synergy bukan sekedar menyatukan perusahaan, tetapi menyatukan kekuatan, kompetensi, dan penemuan untuk menciptakan masa depan nan lebih baik. Dengan menggabungkan skill berbasis pengalaman dan semangat untuk terus berinovasi, kami percaya dapat terus memberikan nan terbaik bagi para nasabah,” ujar Aldi.
Menurut Aldi, tujuan akhir dari sinergi tersebut adalah membangun One Avrist Ecosystem yang kuat sehingga dapat menciptakan nilai lebih besar bagi seluruh stakeholder, sekaligus membangun masa depan nan lebih baik dan berkepanjangan bagi nasabah. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·