Surabaya, CNN Indonesia --
Sebanyak 23 balut narkotika jenis kokain ditemukan tak bertuan di pesisir Pantai Pasir Putih, Desa Gadugan, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Barang haram seberat 22 kilogram tersebut ditaksir berbobot Rp115 miliar.
Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto mengatakan temuan ini bermulai dari laporan seorang penduduk berinisial D nan sedang berekreasi di Pantai Pasir Putih, Senin (13/4) sore.
Warga tersebut memandang bungkusan plastik mencurigakan berceceran di sepanjang pantai. Dia pun segera melaporkannya ke abdi negara dan pihak berkuasa setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada hari Senin sore itu pukul 16.00 dari seorang penduduk nan berinisial D sedang wisata di pantai tersebut. Kemudian memandang bungkusan plastik bertulisan 'Bugatti' nan berceceran dalam jumlah banyak di pesisir pantai tersebut," kata Nanang di Mapolda Jatim, Kamis (16/4).
Petugas dari Polsek Giligenting berbareng Babinkamtibmas setempat langsung mengamankan lokasi. Di titik awal, petugas menemukan sembilan balut di dalam tas pulsak berbahan terpal abu-abu, sementara 14 balut lainnya ditemukan tercecer di sekitar TKP.
Total terdapat 23 balut nan kemudian dibawa ke Mapolres Sumenep untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Temuan awal, total berat kantong-kantong berisi kokain itu disebut mencapai 27 kilogram (kg). Setelah dilakukan penimbangan ulang secara presisi di laboratorium forensik (Labfor) dan pembersihan dari sisa material pantai, berat bersih peralatan bukti tersebut meyusut jadi 22,226 kg.
"Dapat disimpulkan setelah dikurangi pasir kemudian balut dan sebagainya dari 23 kotak. nan tadinya beratnya 27 kg itu hasil bersihnya adalah 22,226 kg. Dari hasil uji di lab dengan metode Scientific Crime Investigation, sampel ini positif kokain," ucapnya.
Nanang menyebut temuan ini sebagai kasus nan tidak lazim. Pasalnya, peredaran narkoba di wilayah Jatim biasanya didominasi oleh sabu, ekstasi, alias ganja.
Secara ekonomi, kokain mempunyai nilai pasar nan jauh lebih tinggi, ialah berkisar antara Rp4 miliar hingga Rp7 miliar per kilogram. Dengan demikian, total nilai sitaan ini diperkirakan mencapai Rp115 miliar.
"Ini ada nan asing mengenai temuan ini. Dan peralatan nan tidak lazim. Dan ini mempunyai nilai nan lebih tinggi daripada sabu. Kokain juga saya pelajari, rupanya harganya lebih mahal dan penggunanya bukan kalangan biasa. Kalangan nan ekonominya tinggi," kata Nanang.
"Dan jika kita lihat nominalnya nilai per gramnya, Rp4-7 juta. Jadi kurang lebih Rp115 miliar," tambahnya.
Terkait asal-usul barang, Polda Jatim menduga kokain tersebut terbawa arus laut sebelum akhirnya terdampar. Kondisi balut nan sudah sobek dan tertempel kerang mini (tritip) memperkuat dugaan bahwa peralatan tersebut sudah berada di laut selama beberapa hari.
Menurutnya temuan ini punya kemiripan pola dengan temuan di wilayah lain.
"Karena di dalam bungkusnya ini sudah sobek. Dan kemudian ada jejak tritip. Tritip itu kerang mini nan nempel tadi diduga itu sudah mungkin beberapa hari. Dan terbawa arus mungkin kena karang sehingga sobek sehingga terdampar di situ. Beberapa penemuan juga muncul di wilayah Kepulauan Selayar dengan perihal nan mirip, nan sejenis juga [ada tulisan] Bugatti ini," ucapnya.
Nanang menegaskan, peralatan bukti nan ditemukan merupakan kokain dalam corak siap pakai, bukan bahan baku. Diduga kuat wilayah Jawa Timur hanya dijadikan titik transit alias pantulan sebelum peralatan haram itu dikirim ke pasar tujuan akhir.
"Barang ini sudah peralatan siap pakai. Jadi bukan peralatan baku lagi. Terkait kelanjutan penggunaannya dan sebagainya bakal kami dalami lagi. Kalau ini jelas peralatan sepertinya siap pakai. Dan tentu pasarnya selama ini tidak ada di wilayah Jawa Timur. Jadi mungkin sebagai tempat apa namanya pantulan," pungkasnya.
Hingga saat ini, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jatim berbareng Polres Sumenep tetap melakukan penyisiran di sepanjang perairan Madura untuk mencari adanya balut lain nan belum ditemukan. Polisi juga berkomitmen melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap jaringan pemilik peralatan tersebut.
(frd/dal)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·