, JAKARTA, – Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia telah merampungkan penyusunan draf usulan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Draf tersebut rencananya bakal diserahkan kepada ketua DPR RI pada pekan depan untuk menjadi bahan perbincangan dan pembahasan lebih lanjut.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyatakan bahwa penyerahan draf ini merupakan corak partisipasi pekerja dalam proses penyusunan izin nan lebih setara bagi pekerja. Hal itu dia sampaikan saat peresmian Sekretariat Bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia di Jakarta Selatan, Jumat.
Andi Gani menjelaskan, koalisi telah merampungkan draf tersebut setelah melalui pembahasan intensif selama lima hari oleh tim perumus nan melibatkan seluruh unsur konfederasi. "Awalnya dijadwalkan tiga hari, kemudian bertambah menjadi lima hari lantaran begitu banyak perihal nan kudu dibahas. Tim perumus bekerja sangat keras hingga akhirnya menghasilkan satu draf usulan nan mewakili sekitar 90 persen kekuatan pekerja Indonesia," ungkapnya.
Wadah Baru Gerakan Buruh Nasional
Pembentukan sekretariat berbareng ini bermaksud untuk memperkuat perjuangan buruh, terutama dalam mengawal pembahasan Undang-Undang Ketenagakerjaan serta beragam rumor ketenagakerjaan lainnya. Menurut Andi Gani, pembentukan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia menjadi tonggak sejarah baru bagi aktivitas pekerja nasional.
Di hadapan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan para ketua konfederasi serta federasi serikat pekerja, Andi Gani menyebut sekitar 90 persen kekuatan aktivitas pekerja Indonesia sekarang berpadu dalam satu wadah. Koalisi ini terdiri atas 17 konfederasi serikat pekerja terbesar dan 157 federasi.
"Kami mempunyai kesadaran nan sangat tinggi bahwa jika tidak bersatu, kami pasti kalah. Oleh lantaran itu seluruh konfederasi sepakat membuang ego organisasi dan berasosiasi dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia," katanya.
Apresiasi untuk Kapolri dan Sinergi dengan Polri
Dalam kesempatan itu, Andi Gani juga memberikan apresiasi kepada Kapolri nan dinilainya mempunyai kedekatan dan sejarah panjang dengan aktivitas pekerja Indonesia. "Pak Kapolri mempunyai sejarah panjang berbareng aktivitas buruh. Sejak tetap menjabat Kabareskrim, beliau mempunyai kepedulian terhadap persoalan nan dihadapi pekerja dan selalu membuka ruang dialog," ucapnya.
Ia juga mengapresiasi peran Kapolri dalam membantu penyelesaian beragam persoalan norma nan berangkaian dengan hak-hak pekerja. Desk Ketenagakerjaan saat ini telah menyelesaikan 97 kasus dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah nan akhirnya dapat diterima oleh para pekerja nan berhak.
Menurutnya, sinergi antara Polri dan pekerja perlu terus diperkuat, baik di tingkat pusat maupun wilayah agar pelayanan terhadap pekerja semakin optimal. "Kami berambisi kerja sama dengan jejeran Polri di wilayah juga semakin ditingkatkan agar dapat terus melayani teman-teman serikat pekerja," ucap dia.
Andi Gani menyampaikan Sekretariat Bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia bakal beraksi selama 24 jam sebagai pusat koordinasi, komunikasi, dan konsultasi bagi seluruh ketua konfederasi dan federasi nan tergabung dalam koalisi.
Adapun, sejumlah federasi nan tergabung dalam koalisi itu, di antaranya KSPSI AGN, KSPSI Jumhur Hidayat, KSPSI ketua Yorrys, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Konfederasi Serikat Pekerja Sejahtera Indonesia, Konfederasi KASBI, Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia, Konfederasi Serikat Pekerja Nasional, Konfederasi Aspek Indonesia, Konfederasi Buruh Merdeka Indonesia, dan lain-lain.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·