KNKT Ungkap Penyebab Taksi Green SM Berhenti Sebelum Tertemper KRL di Bekasi

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap penyebab taksi listrik Green SM nan berakhir di perlintasan sebidang Bekasi Timur hingga akhirnya tertemper KRL. Dari hasil kajian info kendaraan, pengemudi diduga salah memindahkan posisi transmisi saat mobil melaju di jalur menurun.

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan, berasas info onboard unit nan sukses diunduh, mobil awalnya melangkah normal dalam posisi transmisi drive (D) dengan kecepatan sekitar 15 km/jam.

“Jadi taksi tersebut ketika menurun pada posisi D melangkah normal dengan kecepatan antara 15 km/jam,” ujar Soerjanto saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Namun di tengah perjalanan, pengemudi justru memindahkan posisi transmisi ke netral (N). Dalam kondisi tersebut, kendaraan meluncur dengan kecepatan antara 3 hingga 7 km/jam.

“Nah kemudian kendaraan beranjak pada posisi N dan meluncur dengan kecepatan 3 sampai 7 km/jam. Ini kami tidak tahu kenapa kok diposisi netralkan,” katanya.

Saat mendekati perlintasan kereta, pengemudi sempat menginjak pedal gas hingga 25 persen. Akan tetapi mobil tidak bergerak lantaran transmisi tetap berada di posisi netral.

“Sesampainya di perlintasan sebidang, pengemudi berupaya menginjak gas sampai 25 persen, namun kendaraan pada posisi N dan tidak bergerak,” jelas Soerjanto.

Pengemudi kemudian terus menekan pedal gas hingga 51 persen. Namun kendaraan tetap tidak bisa melaju dan akhirnya berakhir tepat di atas rel.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita