KNKT Ungkap Alasan Pusdal Manggarai Minta Masinis Argo Bromo Rem Dikit-dikit

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Jakarta -

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menjelaskan detik-detik sebelum KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur. KNKT menjelaskan argumen Pusat Pengendali (Pusdal) perjalanan kereta api di Manggarai meminta masinis Argo Bromo rem dikit-dikit sebelum kecelakaan terjadi.

"Tadi saya sampaikan bahwa dari jarak 1.300 meter setelah menerima buletin bahwa di depan ada temperan masinis sudah melakukan pengereman, hanya lantaran situasinya di Pusdal itu tidak tahu nan sebenarnya lantaran komunikasinya kan lewat bunyi saja, lewat voice, jadi kondisi lapangannya seperti apa dia nggak tahu," kata Soerjanto usai rapat kerja Komisi V DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).

Soerjanto mengatakan Pusdal di Manggarai menunjukkan masinis untuk rem sedikit-sedikit dan melakukan semboyan 35 alias klakson. Masinis Argo Bromo pun mengikuti petunjuk tersebut.

"Cuma memberi tahu bahwa ada temperan di depan, rem-rem dikit terus kemudian banyak-banyak melakukan semboyan 35. Nah itu aja nan disampaikan sehingga masinis sudah melakukan merespons apa nan disampaikan oleh Pusdal dari pengendali operasi di Manggarai," ungkapnya.

KNKT pun tetap terus mendalami penyebab kecelakaan kereta Argo Bromo Anggrek dengan KRL tersebut. Soerjanto lantas menjelaskan argumen Pusdal di Manggarai meminta masinis rem sedikit-sedikit.

"Ya lantaran memang di Pusdal kan temperan seperti apa mereka belum tahu kondisi lapangan seperti apa. Maka dia positif thinking saja bahwa kurangi kecepatan lah intinya untuk berhati-hati dan 35 alias memberi klakson lah," tuturnya.

Dalam rapat nan sama, Soerjanto sudah mengungkap ada upaya masinis menghentikan laju KA Argo Bromo Anggrek sebelum menabrak KRL. Namun pengereman masinis KA Argo Bromo Anggrek diminta dikit-dikit sehingga tidak maksimum.

"Sebetulnya masinis, saya mau ceritakan masinis sudah mulai ngerem di 1,3 km sebelum letak tabrakan, Pak. Dia tahunya lantaran diinformasikan oleh PK Timur, pengendali jalur antara Manggarai sampai Cikampek. Kenapa perihal ini kelak di komunikasi bakal lebih jelas, Pak," kata Soerjanto.

Soerjanto menjelaskan, kereta bisa maksimal menghentikan lajunya pada jarak 900 meter hingga 1 kilometer. Ketua Komisi V DPR Lasarus lampau mempertanyakan argumen KA Argo Bromo Anggrek tetap menabrak KRL dari jarak 1,3 kilometer.

Soerjanto lampau menjelaskan bahwa masinis kandas menghentikan laju KA Argo Bromo Anggrek lantaran ada pengarahan pusat kendali untuk sekadar mengerem sedikit-sedikit. Soerjanto menyebut masinis saat itu hanya diminta sembari membunyikan klakson.

"Tapi lantaran dia tahunya di komunikasi pusat kendali ada temperan di JBL85, 'Kamu melangkah direm dikit-dikit dan banyak-banyak semboyan 35' artinya banyak banyak klakson, jadi masinis tidak melakukan pengereman maksimum, lantaran info nan diterima dari PK Timur rem dikit-dikit dan sembari bunyikan klakson," jelas Soerjanto.

(dwr/rfs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News