Jakarta, CNN Indonesia --
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap jarak waktu antara peristiwa KRL tertemper mobil taksi di perlintasan sebidang dengan tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan awalnya, pada pukul 20.33 WIB, KA 5568 Commuter Line masuk dan berakhir di jalur 6 Stasiun Bekasi.
Lalu, pada pukul 20.34 sampai pukul 20.38, KA Sawunggalih masuk dan berakhir di jalur 3 Stasiun Bekasi untuk proses naik turun penumpang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selanjutnya KA 116 (Sawunggalih) berangkat dari Stasiun Bekasi melalui jalur 3 menuju ke timur," kata Soerjanto dalam rapat dengan Komisi V DPR RI, Kamis (21/5).
Kemudian pukul 20.45, KA 5568 Commuter Line berangkat dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Bekasi Timur.
Lalu pukul 20.48, KA 5568 proses masuk dan berakhir di Stasiun Bekasi Timur jalur 1.
Di jalur lain, terjadi tabrakan antara KA Commuter lain dengan taksi.
"Pukul 20:48:29 kejadian tabrakan antara KA 5181 Commuter Line dengan kendaraan bermotor roda empat di JPL Bekasi Timur jalur hilir," katanya.
Setelah proses naik turun penumpang, KA 5568 melangkah pendek sekitar 1,69 meter. Kereta itu berakhir lantaran masinis memandang kerumunan masyarakat di jalur hulu.
Di belakang, sekitar pukul 20:50:43, KA Bromo Anggrek melangkah langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar J12, ber-aspek hijau alias berwarna hijau.
2 menit setelahnya, KA Bromo Anggrek menabrak KA 5568 nan berakhir tersebut.
"Jadi 20:52:12 terjadi tabrakan, jadi antara tabrakan KA 5181 dengan taksi dan jarak waktu dengan KA Bromo Anggrek tabrakan dengan Commuter Line 5568 sekitar 3 menit 43 detik. Jadi memang cukup singkat antara tabrakan 5181 dengan tabrakan Argo Bromo 3 menit 43 detik," ujar dia.
(yoa/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·