KJP Plus-Sekolah Swasta Gratis Perluas Akses Pendidikan di Jakarta

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberi perhatian lebih terhadap sektor pendidikan. Hal ini dilakukan untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas.

Sejumlah program support telah digulirkan, mulai dari Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), sekolah swasta gratis, hingga pemutihan ijazah. Program tersebut membantu anak-anak, terutama dari family kurang bisa tetap bersekolah, melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi sehingga mempunyai masa depan lebih baik.

Gubernur Pramono Anung menegaskan, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan di ibu kota. Ia berambisi Jakarta dapat menjadi role model pendidikan di Indonesia.

"Pemprov DKI menggratiskan 103 sekolah swasta di Jakarta. Nggak hanya itu, KJP, KJMU, pemutihan ijazah, hingga perbaikan prasarana sekolah tetap menjadi prioritas. Dengan ini, saya percaya Jakarta bisa jadi role model pendidikan di Indonesia," kata Pramono saat upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di laman Balai Kota Jakarta, Senin (4/5/2026).

Untuk jenjang perguruan tinggi, Pemprov DKI Jakarta telah mencairkan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Tahap I Tahun 2026 kepada 15.825 mahasiswa dengan anggaran Rp142,425 miliar. Sementara untuk penduduk nan ijazahnya tertahan lantaran masalah biaya, Pemprov DKI menjalankan program pemutihan ijazah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan pemutihan piagam bukan hanya urusan administrasi. Program tersebut dihadirkan untuk membantu masyarakat nan ijazahnya tertahan agar lebih produktif.

"Bagi banyak orang, selembar piagam bukan sekadar kertas. Ia adalah kunci untuk bekerja, melanjutkan pendidikan, mengangkat keluarga, dan menatap masa depan dengan kepala tegak," ujar Rano Karno.

Untuk KJP Plus Tahap I 2026, telah disalurkan kepada 707.477 peserta didik di Jakarta dengan anggaran mencapai Rp1.620.226.200.366. Penerima support berasal dari beragam jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), hingga Sekolah Luar Biasa (SLB).

"Melalui program-program ini, Pemprov DKI Jakarta berambisi para peserta didik terus antusias belajar, meningkatkan prestasi, serta mempunyai kesempatan nan sama untuk meraih masa depan lebih baik," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana.

Tanggapan DRPD dan Masyarakat

Upaya Pemprov DKI Jakarta memperluas akses pendidikan mendapat respons positif dari beragam pihak. Program tersebut bisa meringankan beban masyarakat dalam memperoleh akses pendidikan.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Rani Mauliani mengapresiasi langkah Pemprov DKI. Menurutnya, kebijakan tersebut krusial untuk mencegah anak putus sekolah akibat aspek ekonomi.

"Kami di DPRD DKI Jakarta, khususnya Komisi E, mengapresiasi, mendukung setiap upaya ekspansi akses pendidikan nan inklusif dan merata, termasuk rencana penambahan sekolah swasta cuma-cuma nan juga menyasar madrasah. Ini adalah langkah positif untuk memastikan tidak ada anak Jakarta nan tersendat berguru lantaran aspek ekonomi," katanya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Untuk program sekolah swasta gratis, Rani meminta Pemprov DKI Jakarta memperhatikan sejumlah aspek agar tepat sasaran.

"Kebijakan ini kudu disiapkan secara matang dan terukur. Penambahan jumlah sekolah cuma-cuma tidak boleh hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi kudu dibarengi dengan agunan kualitas pendidikan, kesiapan kurikulum, serta transparansi dalam sistem penunjukannya," jelasnya.

"Selain itu, sekolah kudu punya rekam jejak tata kelola nan baik dan akuntabel. Sekolah juga wajib punya standar mutu pendidikan nan layak, baik dari sisi tenaga pendidik maupun sarana prasarana. Terakhir, program ini betul-betul menyasar masyarakat ekonomi menengah ke bawah," tutup Rani.

Sementara itu, alumni SMA Dian Persada sekaligus penduduk Klender, Fauzan, mengaku senang dengan adanya program pemutihan ijazah. Program tersebut sangat membantu dirinya mendapatkan pekerjaan serta meringankan beban ekonomi keluarga.

Ia mengatakan piagam nan didapatkan bakal digunakan untuk melamar pekerjaan, sedangkan hasil kerjanya kelak bakal dipakai untuk menata masa depan.

"Alhamdulillah, saya senang sekali mendapatkan piagam ini. Saya juga merasa terbantu lantaran sekarang bisa melamar kerja dan membahagiakan orang tua saya. Terima kasih buat Gubernur," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan oleh siswa penerima KJP Plus, Siti Syahrani. Ia mengatakan support nan diterima bakal dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang pendidikannya.

"Saya berterima kasih dan merasa senang lantaran adanya support KJP Plus untuk bayar SPP, duit sekolah, dan membeli kebutuhan pendidikan saya," tutupnya. (akd/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News