Kisah Warga Hidup Sejengkal dari Gunung Sampah Bantargebang, Bau yang Menyatu dengan Nafas

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Pembatasan tersebut bukan tanpa alasan. Tumpukan sampah di Bantargebang sekarang telah menjulang hingga sekitar 40 meter, setara belasan lantai gedung.

Kondisi ini dirasakan langsung oleh penduduk nan tinggal di sekitar lokasi. Salah satunya Jay (nama samaran), nan rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari gunungan sampah.

"Ya perbedaannya paling ya, dulu mah jika pembuangan itu kan dalam. Ya sekarang udah tingginya itu, udah tinggi banget gitu, 35-40 meter ada. Tinggi, udah kayak di puncak," ujar Jay.

Bagi Jay, aroma sampah bukan lagi perihal nan mengganggu. Ia mengaku sudah terbiasa, meski aroma menyengat kerap muncul saat musim hujan.

"Kalau udara kayaknya sama sih ya, paling jika musim hujan tuh rada aroma juga. (Karena) basah. Iya, ya enggak menyengat banget sih (baunya), lantaran kan udah biasa jika saya," ungkapnya.

Namun, aroma bisa menjadi lebih kuat ketika truk membawa sampah basah, terutama dari pasar.

"Kecuali paling kayak ada sampah dari Pasar Induk, mobil lewat itu bau," tambahnya.

Meski hidup berdampingan dengan tumpukan sampah, Jay mengaku tidak mengalami gangguan pernapasan serius. Ia justru lebih sering mengalami sakit ringan seperti meriang alias cedera akibat lingkungan sekitar.

"Sakit biasa, paling meriang-meriang. Kalau kehujanan," katanya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita