Kisah Syua dan Sanum: Yatim Piatu Korban Kecelakaan di Gading Serpong

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Yatim Piatu Korban Kecelakaan di Gading Serpong Perwakilan Dompet Dhuafa menemui family Syua dan Sanum.(MI/HO)

KEHILANGAN orangtua merupakan salah satu ujian terberat nan dapat dialami seorang anak. Duka mendalam inilah nan sekarang menyelimuti Syua dan Sanum, dua berkerabat asal Tangerang nan kudu melanjutkan hidup tanpa kehadiran ayah dan ibu tercinta.

Tragedi memilukan ini bermulai saat pasangan suami istri, Edih dan Ridanti Amalia, sedang bekerja keras demi memenuhi kebutuhan keluarga. Keduanya mengalami kecelakaan lampau lintas saat sedang mengantarkan pesanan daring (online).

Motor nan mereka kendarai ditabrak sebuah taksi di area Gading Serpong, Tangerang. Insiden tersebut merenggut nyawa keduanya, meninggalkan luka mendalam serta ketidakpastian masa depan bagi kedua buah hati mereka.

Sebelum musibah terjadi, almarhum Edih dikenal sebagai sosok ayah nan gigih bekerja sebagai kurir pengantaran online. Bersama sang istri, mereka membesarkan Syua dan Sanum dengan penuh kasih sayang di sebuah rumah kontrakan sederhana.

Namun, takdir berbicara lain. Kini, Syua nan bakal naik ke kelas 2 SD dan Sanum nan baru bakal memasuki bangku sekolah dasar kudu tumbuh tanpa pendampingan orangtua.

Informasi Keluarga Detail
Nama Orangtua Edih & Ridanti Amalia (Almarhum/ah)
Pekerjaan Terakhir Kurir Pengantaran Online
Lokasi Kejadian Gading Serpong, Tangerang
Anak nan Ditinggalkan Syua (Kelas 2 SD) & Sanum (Masuk SD)
Domisili Saat Ini Panongan, Kabupaten Tangerang

Saat ini, Syua dan Sanum tinggal berbareng nenek mereka di Panongan, Kabupaten Tangerang. Selain beban emosional akibat kehilangan, mereka juga memerlukan support nyata untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya pendidikan nan terus berjalan.

Merespons kondisi tersebut, Dompet Dhuafa berjamu langsung ke kediaman mereka untuk memastikan kebutuhan dasar, pendidikan, dan pendampingan bagi kedua anak yatim tersebut terpenuhi. Kunjungan ini diharapkan dapat meringankan beban family sekaligus memberikan angan baru.

Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menegaskan bahwa support bagi anak yatim tidak boleh berkarakter sesaat.

"Kisah Syua dan Sanum menjadi pengingat bahwa anak yatim memerlukan support berkepanjangan agar tetap dapat mengakses pendidikan, mendapatkan kebutuhan hidup nan layak, serta tumbuh menjadi generasi nan kuat dan berdaya," ujarnya.

Dompet Dhuafa melalui Program BesTeam berupaya menyentuh beragam aspek kehidupan anak yatim, mulai dari pendidikan, pengembangan bakat, sosial ekonomi, hingga kesehatan. Selain itu, tersedia pula program support upaya bagi family yatim untuk memperkuat kemandirian ekonomi mereka.

"Aku dan orang nan menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini," kemudian beliau (Rasulullah SAW) mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkan sedikit keduanya. (HR. Bukhari).

Meskipun Syua dan Sanum telah kehilangan sosok pelindung utama, kepedulian kolektif dari masyarakat dapat menjadi tangan nan menguatkan langkah mereka. Melalui program Donasi Yatim Dompet Dhuafa, setiap support nan disalurkan menjadi bentuk nyata dalam menghadirkan masa depan nan lebih cerah bagi anak-anak yatim di Indonesia.

Mari berbareng muliakan anak yatim dan hadirkan angan baru bagi mereka. Salurkan bantuan terbaik Anda melalui platform resmi Dompet Dhuafa, lantaran setiap anak berkuasa mempunyai kesempatan nan sama untuk meraih cita-citanya. (Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia