Kisah Sukses Seblak Ngapak Bali Warnai Hari UMKM Nasional

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kisah Sukses Seblak Ngapak Bali Warnai Hari UMKM Nasional Perjalanan Seblak Ngapak Bali menunjukkan gimana keberanian untuk memulai, pemanfaatan platform digital, serta akses terhadap pendanaan dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya secara bertahap.(Dok. Seblak Ngapak Bali)

DARI dapur sederhana di rumah kontrakan hingga menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga, perjalanan Seblak Ngapak Bali menunjukkan gimana keberanian untuk memulai, pemanfaatan platform digital, serta akses terhadap pendanaan dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya secara bertahap.

Kisah tersebut dijalani oleh pasangan suami istri Nurtisari dan Ovi Arista Anggie Satria nan merantau dari Semarang ke Bali pada 2022 dalam kondisi ekonomi nan serba terbatas. Kini, Nur menjalankan Seblak Ngapak Bali sebagai Mitra GrabMerchant, sementara Ovi menjadi Mitra Pengemudi GrabBike.

Bertepatan dengan Hari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Nasional nan diperingati setiap 12 Agustus, perjalanan Nur dan Ovi menjadi salah satu gambaran tentang gimana pelaku upaya mini dapat terus bertumbuh dengan memanfaatkan beragam kesempatan nan tersedia. 

Berani memulai kembali dari keterbatasan
Berbekal keberanian untuk memulai kembali, Nurtisari dan suaminya, Ovi, merantau dari Semarang ke Bali pada 2022 dalam kondisi ekonomi nan sangat terbatas. Saat itu, keduanya tidak mempunyai pekerjaan tetap, kendaraan, maupun modal usaha. Untuk membiayai perjalanan ke Bali, pasangan tersebut apalagi kudu menjual gitar milik Ovi jauh di bawah nilai pasar. Setibanya di sana, Ovi pun bekerja sebagai kuli angkut untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Sekitar tiga bulan pertama menetap di Bali, saya dan suami memberanikan diri untuk mengambil angsuran sepeda motor dengan duit muka sekitar Rp300.000. Di awal menekuni pekerjaan sebagai ojek online, suami tetap belum memahami langkah kerja aplikasi dan belum hafal jalan-jalan di Denpasar, sehingga penghasilan suami tetap jauh dari cukup. Namun, saya percaya bahwa proses belajar memerlukan waktu. Perlahan tapi pasti, seiring waktu suami menggunakan aplikasi dan mengenal medan di Denpasar, penghasilan suami saya pun ikut meningkat, apalagi bisa menutup kebutuhan family kami sehari-hari,” ujar Nur.

Perjalanan Nur dan Ovi tidak selalu melangkah mulus. Di tengah keterbatasan ekonomi nan mereka hadapi, pasangan ini juga kudu menghadapi ujian berat ketika kehilangan anak kedua mereka nan meninggal akibat pneumonia pada usia 7 bulan. Kejadian tersebut menjadi masa nan sangat berat bagi keluarga.

Ovi sempat berakhir menjalankan perannya sebagai Mitra Pengemudi GrabBike untuk mendampingi sang istri merintis upaya seblak dari kos mereka. Namun, lantaran kebutuhan hidup semakin besar, Ovi perlahan-lahan kembali menjalankan aktivitasnya sebagai Mitra Pengemudi. Perlahan, upaya seblak milik Nur mulai diminati oleh pembeli. Mereka kemudian mendaftarkan upaya seblak tersebut sebagai Mitra GrabMerchant dengan nama Seblak Ngapak Bali.

Dari penghasilan sebagai Mitra Pengemudi dan Mitra UMKM, Nur dan Ovi mulai bisa bayar angsuran motor, guna memenuhi kebutuhan family serta menyisihkan sebagian pendapatan sebagai modal untuk mengembangkan upaya kuliner lainnya.

Pada saat itu, pesanan seblak nan masuk melalui jasa GrabFood tidak langsung ramai. Namun, Nur terus memperbaiki menu, menjaga kualitas rasa, dan menambah ragam topping. Perlahan, Seblak Ngapak mulai dikenal pelanggan, apalagi menerima pesanan dari wilayah nan berjarak lebih dari satu jam dari letak usahanya di Denpasar.

"Saya percaya bahwa upaya nan baik memerlukan proses. Ketika pertama kali mendaftarkan Seblak Ngapak Bali di GrabFood, pesanan nan masuk memang belum banyak. Namun, saya tidak menyerah. Saya terus mengevaluasi rasa, menambah ragam topping, dan menjaga konsistensi kualitas. Perlahan tapi pasti, pengguna mulai mengenal “Seblak Ngapak Bali”, kenang Nur.

Menjalani dua pekerjaan sebagai Mitra GrabMerchant dan Mitra Pengemudi GrabBike menjadi strategi family untuk menjaga penghasilan tetap lancar. Pendapatan dari Seblak Ngapak digunakan untuk memutar modal dan memenuhi kebutuhan harian, sedangkan penghasilan sebagai Mitra Pengemudi membantu bayar angsuran dan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Bagi Nur dan Ovi, pembagian peran tersebut membantu mereka menjaga kebutuhan family tetap terpenuhi sembari terus mengembangkan Seblak Ngapak Bali.

Seiring berjalannya upaya Seblak Ngapak, Nur pun memutar otak untuk memajukan usahanya dengan memanfaatkan akomodasi GrabModal Mantul by OVO Finansial nan tersedia melalui aplikasi Merchant GrabFood. Nur pertama kali memperoleh pendanaan dengan proses nan mudah, sekitar Rp5 juta, untuk melengkapi persediaan bahan dan menambah ragam menu. Setelah pendanaan tersebut diselesaikan, dia kembali mengakses pendanaan sebesar Rp20 juta.

Nur menggunakan biaya tersebut untuk memperkuat modal, melengkapi bahan baku, serta membeli perlengkapan upaya nan lebih layak. Tambahan modal membantu Seblak Ngapak menjaga kesiapan bahan, melayani pesanan dalam jumlah besar, serta membeli kompor, wajan, kulkas, dan freezer untuk mendukung operasional.

"Kami berterima kasih mendapat support modal dari GrabModal Mantul by OVO Finansial nan bisa kami gunakan untuk mengembangkan usaha, mulai dari melengkapi bahan hingga peralatan masak. Kalau bahan baku dan menu lengkap, kami lebih tenang menjalankan usaha. Pelanggan juga punya lebih banyak pilihan dan tidak perlu mencari ke tempat lain," ujar Nur.

Pengalaman Nur menjadi salah satu contoh gimana akses terhadap pendanaan nan sesuai dengan kebutuhan dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk memperkuat operasional dan meningkatkan kapabilitas usaha. Melalui GrabModal Mantul by OVO Finansial, OVO Finansial membuka akses pendanaan bagi Mitra dalam ekosistem Grab untuk membantu memenuhi kebutuhan produktif dalam mengembangkan usaha.

Seiring berkembangnya usaha, Nur juga aktif mengikuti beragam aktivitas pemberdayaan UMKM nan diselenggarakan oleh Grab melalui program Teras Perwira, ialah wadah training dan berbagi wawasan bagi Mitra UMKM untuk membantu mengembangkan upaya secara lebih optimal. Melalui program tersebut, Nur memperoleh beragam wawasan untuk mengembangkan usahanya, mulai dari strategi meningkatkan penjualan, memanfaatkan program promosi di platform, hingga penggunaan bungkusan nan ramah lingkungan. Pembelajaran tersebut turut membantunya mengembangkan Seblak Ngapak serta mempersiapkan langkah-langkah untuk memperluas usahanya. 

Pembelajaran tersebut kemudian dia terapkan langsung pada Seblak Ngapak. Sebelumnya, ketika penjualan tetap ramai, Nur memilih untuk tidak mengikuti program promosi lantaran usahanya tetap mendapatkan banyak pesanan. Namun, ketika penjualan mulai menurun, dia mulai memanfaatkan program promosi dengan strategi nan dipelajarinya melalui Teras Perwira.

Alih-alih sekadar memberikan potongan harga, Nur terlebih dulu memperhitungkan dan menyesuaikan strategi nilai agar promosi dapat membantu menarik pengguna sekaligus tetap menjaga untung usahanya. Langkah tersebut turut membantu Nur mengoptimalkan penjualan Seblak Ngapak dan mempersiapkan pengembangan usahanya ke depan. 

Semangat pemberdayaan tersebut juga bakal kembali dihadirkan melalui penyelenggaraan Teras Perwira dalam rangka Hari UMKM Nasional pada 19 Agustus 2026 di Makassar dan 20 Agustus 2026 di Jakarta.

Kini, kondisi ekonomi family Nur dan Ovi perlahan mulai membaik. Mereka telah mempunyai dua sepeda motor dan peralatan upaya nan lebih memadai, sehingga keduanya dapat menyisihkan duit untuk ditabung. Bagi Nur, perjalanan Seblak Ngapak menunjukkan bahwa UMKM dapat terus bertumbuh ketika mempunyai keberanian untuk memulai, akses ke pasar digital, serta support modal nan sesuai dengan kebutuhan usaha.

"Bagi kami, kunci UMKM bisa memperkuat dan berkembang adalah keberanian untuk memulai, kemauan belajar memanfaatkan platform digital, dan modal nan sesuai dengan kebutuhan. Dulu kami datang ke Bali tanpa apa-apa. Sekarang, sedikit demi sedikit kami bisa membeli kebutuhan sendiri dan membangun kehidupan nan lebih stabil dari hasil berdagang dan bekerja," tutup Nur.

Perjalanan Seblak Ngapak Bali menunjukkan gimana akses terhadap ekosistem digital dapat membuka beragam kesempatan bagi pelaku UMKM, mulai dari menjangkau pelanggan, memperoleh sumber penghasilan, meningkatkan kapabilitas usaha, hingga mendapatkan akses pendanaan untuk kebutuhan produktif.

OVO Finansial terus berupaya menghadirkan solusi pendanaan nan relevan dengan kebutuhan para Mitra di ekosistem Grab.

“Momentum Hari UMKM Nasional menjadi pengingat bakal pentingnya support ekosistem agar UMKM dapat terus bertumbuh dan beradaptasi. Bagi OVO Finansial, salah satu corak support tersebut adalah menghadirkan akses pembiayaan dengan proses nan sigap dan mudah, sehingga Mitra dapat memenuhi kebutuhan usahanya tanpa mengganggu kestabilan finansial. Melalui GrabModal, kami berambisi dapat terus mendukung Mitra untuk tetap produktif dan mengembangkan usahanya,” ujar Riady Nata, Direktur Utama OVO Finansial.

Saat ini, lebih dari 600.000 Mitra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), nan terdiri dari Merchant dan Mitra Pengemudi, di seluruh Indonesia telah mengakses pendanaan senilai lebih dari Rp9 triliun melalui GrabModal sejak jasa pendanaan ini diluncurkan. Melalui GrabModal Mantul by OVO Finansial, para Mitra Pengemudi dan merchant dapat mengakses jasa pendanaan nan berizin serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan proses cepat, angsuran ringan, dan skema pembayaran harian. 

Melalui penyediaan akses pendanaan tersebut, OVO Finansial terus mendorong inklusi finansial dengan memperluas kesempatan bagi pelaku UMKM dan pekerja di ekosistem digital untuk memperoleh pendanaan nan dapat digunakan sesuai kebutuhan produktif mereka. (E-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia