Kisah Pilu Nenek Saudah Dipukuli hingga Dilempar Batu karena Tolak Aktivitas Tambang di Tanahnya

Sedang Trending 8 bulan yang lalu

Felldy Utama , Jurnalis-Senin, 02 Februari 2026 |15:09 WIB

Kisah Pilu Nenek Saudah Dipukuli hingga Dilempar Batu lantaran Tolak Aktivitas Tambang di Tanahnya

Nenek Saudah saat RDP dengan Komisi VIII DPR/Antara

JAKARTA- Seorang nenek berjulukan Saudah (68) menjadi korban penganiayaan hingga dilempar batu di Pasaman, Sumatera Barat. Nenek Saudah dianiaya lantaran menolak aktivitas penambangan nan dilakukan di lahan miliknya.

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Wawan Fahrudin mengungkap kronologi penganiayaan nan menimpa Nenek Saudah dalam rapat berbareng Komisi XIII DPR RI, Senin (2/2/2026).

Wawan mengungkap ada dua kronologi dari peristiwa itu. Pertama jenis korban. Dari versinya, peristiwa terjadi pada 1 Januari lalu.

Saat itu, nenek Saudah mendatangi Sungai Batang Sibinail di Nagari Lubuk Aro, Pasaman untuk menegur penambang nan beraksi di lahan miliknya.

"Meski sempat berhenti, penambang kembali bekerja selepas magrib, sehingga pemohon mendatangi letak sembari membawa senter," kata Wawan.

Di tengah jalan, nenek Saudah dilempari batu dan dikeroyok oleh empat orang. Nenek Saudah mengenali dua orang pengeroyok. Akibat pengeroyokan itu, nenek Saudah kemudian pingsan.

"Pukul 03.00 awal hari pemohon sadar dan berupaya pulang dengan kondisi luka nan cukup parah. Kemudian pemohon kembali pingsan di depan rumahnya sebelum akhirnya ditemukan family dalam keadaan babak belur. Ini jenis dari korban," ujarnya.

Sementara jenis abdi negara penegak hukum, peristiwa bermulai saat tersangka berinisial IS diberitahu oleh operator bahwa nenek Saudah datang ke lahan nan ditambang. IS kemudian mendatangi nenek Saudah dan melemparinya dengan batu.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑