
El Hadji Diouf saat tetap memihak Liverpool (kanan kedua). (Foto: Manchester Evening News)
MANTAN bintang Timnas Senegal, El Hadji Diouf, menyesali keputusannya berasosiasi ke Liverpool pada tahun 2002 lantaran pilihan itu justru menjadi nisan bagi reputasinya di Inggris. Diouf apalagi secara terbuka mengakui bahwa keputusannya merapat ke Anfield adalah sebuah kesalahan besar nan terus dia sesali, apalagi kala itu dia juga mempunyai kesempatan berasosiasi ke Manchester United.
Diouf datang ke Liverpool dengan ekspektasi setinggi langit setelah tampil fenomenal di Piala Dunia 2002. Pelatih Gerard Houllier kala itu rela merogoh kocek sebesar 10 juta pounds untuk memboyongnya dari Lens.
Namun, apa nan diharapkan menjadi awal dari sebuah legenda justru berubah menjadi rentetan kontroversi dan kebencian nan mendalam.
1. Gagal di Liverpool
Awal pekerjaan Diouf di Liverpool sebenarnya sempat memberikan angan lewat dwigol pada laga debutnya di Anfield. Namun, itu hanyalah kilatan sesaat.
Selama mengenakan seragam The Reds, Diouf hanya bisa mencatatkan 6 gol dari 80 penampilan, sebuah statistik nan sangat menyedihkan bagi seorang penyerang nomor 9. Bahkan, dia sempat melewati satu musim penuh di Premier League tanpa mencetak satu gol pun ke gawang lawan.
El Hadji Diouf. Sportskeeda
Bukan hanya tumpul di depan gawang, perilaku Diouf di luar teknis juga memicu kemarahan. Momen paling kelam terjadi dalam laga Piala UEFA melawan Celtic tahun 2003, di mana dia tertangkap kamera meludahi pendukung lawan.
Insiden ini berujung pada denda dua minggu penghasilan dan skorsing. Tak heran jika pada tahun 2018, saat ditanya klub mana nan paling dia sesali, dia menjawab dengan ketus itu adalah Liverpool.
"Saya bakal katakan Liverpool. Jika saya bisa mengulang waktu, saya lebih baik berasosiasi dengan Manchester United,” ungkap Diouf, melansir dari Give Me Sport, Minggu (3/5/2026).
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·