
Pebulutangkis dobel putri asal Jepang, Nami Matsuyama (kiri). (Foto: Instagram/na3____7mi)
PEMANDANGAN unik tampak dalam perhelatan turnamen bulu tangkis Japan Open 2026 pada pertengahan Juli lalu. Jika biasanya pebulu tangkis ahli dobel asal Jepang, Nami Matsuyama, berjuang mati-matian di atas lapangan, suasana berbeda justru dijalaninya kali ini.
Akibat kudu menjalani masa pemulihan pascaoperasi ACL nan membekapnya, Matsuyama terpaksa menyaksikan turnamen dari perspektif pandang nan sama sekali asing. Alih-alih menggenggam raket kebanggaannya, dia justru memegang mikrofon di ruang siar televisi.
Matsuyama melakoni debut nan mengejutkan publik sebagai komentator pendamping untuk lembaga penyiaran J Sports. Dalam tugas perdananya itu, dia memandu jalannya pertandingan nomor dobel campuran nan turut melibatkan rekan duetnya, Hiroki Midorikawa, berbareng sang juara Olimpiade, Misaki Matsutomo.
Bagi pebulu tangkis berumur 28 tahun ini, kesempatan tersebut sejatinya bukan sekadar pengisi waktu senggang di tengah masa pemulihan. Peran baru itu merupakan perwujudan dari salah satu angan lama nan akhirnya sukses dia wujudkan berkah support Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).
1. Tantangan Baru
Kendati mengaku sangat menikmati pengalaman pertamanya, Matsuyama tidak menampik tugas sebagai komentator jauh lebih susah dari bayangannya. Minimnya pengalaman di nomor dobel campuran membuatnya memosisikan diri sebagai pembelajar nan mau mendalami teknik permainan dari perspektif pandang berbeda.
nami matsuyama foto ig @na3____7mi.jpg
“Ini adalah salah satu angan saya. Saya hanya mau mencobanya, dan hari ini saya sukses melakukannya,” kata Matsuyama, dikutip dari laman resmi BWF, Kamis (17/9/2026).
“Karena saya, kan, pemula. Sebenarnya, saya belajar banyak hal. Saya bukan mahir di nomor dobel campuran, jadi saya mau belajar lebih banyak lagi tentang ini," tambahnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·