Kisah MilkLife Archery Challenge: Kado untuk Mama hingga Pertahankan Medali

Sedang Trending 18 jam yang lalu
Atlet panahan DIY, Aura Thifalya Salma Hartono Putri, sukses meraih lencana emas pada bagian Compound U18 arena MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, pada Minggu (26/7). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Sejumlah kisah inspiratif datang dari atlet panahan bagian compound dan recurve nan berkompetensi di MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026. Setiap tetesan keringat dan raihan prestasi buah dari pengorbanan.

Partai final bagian compound dan recurve MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 telah selesai pada Minggu (26/7) di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Banyak cerita nan datang di arena ini.

Misalnya atlet panahan asal DIY, Aura Thifalya Salma Hartono Putri, nan mempersembahkan lencana emas untuk sang ibu nan bulan ini ulang tahun. Kado manis lencana emas juga diperuntukkan bagi dirinya sebagai perpisahan di level junior seiring bertambahnya usia.

"Saya persembahkan untuk ibu nan bulan ini ulang tahun. Selain itu juga untuk saya sendiri lantaran kan ini tahun terakhirku ikut Kejuaraan junior," katanya kepada kumparan, Minggu (26/7).

Atlet panahan DIY, Aura Thifalya Salma Hartono Putri, sukses meraih lencana emas pada bagian Compound U18 arena MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, pada Minggu (26/7). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Aura Thifalya bertanding di bagian Compound U18. Dua lencana sukses dia persembahkan bagi skuad DIY di Kejurnas Junior ini.

"Tahun 2025 saya dapat lima medali. Tahun ini dapat dua medali, satu emas dan satu perak," sambungnya.

Resep meraih lencana emas kali ini datang dari kegigihannya dalam berlatih. Ia mengaku tak pernah jenuh dalam berlatih kala menekuni panahan sejak kelas 2 SD. Sepekan dia berlatih sebanyak enam hari. Satu hari sisanya dia gunakan untuk beristirahat.

"Kalau capek rehat tetapi jangan menyerah. Jangan sigap puas tetapi selalu bersyukur," terangnya.

MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Berdiri di atas podium juara hari ini tentu bukan perjuangan nan mudah baginya. Aura pernah sempat mau berakhir dari olahraga panahan akibat "target panic".

Bagi orang awam, "target panic" merupakan gangguan psikologis dan saraf lantaran pemanah merasa resah alias tidak dapat mengontrol diri ketika membidik sasaran. Rasa resah itu kerap mengganggunya saat usia 12 tahun hingga 15 tahun.

Sadar perjuangannya sudah jauh dan orang tuanya sudah banyak berkorban, dia akhirnya mendobrak rasa ketakutan "target panic" itu. Aura bangkit lantaran support kedua orangtuanya.

"Dukungan dari ibu dan ayah nan selalu bilang kudu percaya dan kudu yakin. Akhirnya tetap lanjut menekuni panahan. Semoga bisa masuk Pelatnas," imbuhnya.

Atlet asal tim Kalimantan Timur, Khairunnisa, meraih lencana emas di bagian Compound U15 Putri arena MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, pada Minggu (26/7). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Sementara atlet asal tim Kalimantan Timur, Khairunnisa, nan terjun di bagian Compound U15 Putri juga naik podium juara hari ini. Terasa lebih komplit lantaran kemenangannya hari ini sekaligus mempertahankan gelar juara lencana emas Kejurnas Junior di Kudus pada 2025.

"Pertandingannya bikin deg-degan. Tidak menyangka bisa meraih lencana emas sekaligus mempertahankan emas Kejurnas Junior 2025 di Kudus juga," katanya kepada kumparan, Minggu (26/7).

Medali itu dia persembahkan untuk kedua orangtuanya nan menyaksikannya dari jauh. Ia mengungkapkan kedua orangtuanya tidak bisa datang lantaran mahalnya biaya pesawat.

"Mama dan ayah sudah berjuang membelikan tiket pesawat untuk saya agar bisa ke sini. Begitu sebaliknya saya kudu berjuang di sini. Alhamdulillah bisa dapat lencana emas," terangnya.

Atlet asal tim Kalimantan Timur, Khairunnisa, meraih lencana emas di bagian Compound U15 Putri arena MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, pada Minggu (26/7). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Ke depannya dia bakal terus konsentrasi di olahraga panahan. Rasa terima kasih dia haturkan untuk kedua orang tuanya nan telah mendukung dirinya hingga di titik ini.

"Akan terus menekuni panahan dan semoga saya bisa memberangkatkan haji kedua orang tua saya," doanya.

Atlet panahan asal tim Jawa Tengah, Embun Adeeva Setyawan, sukses menjadi pemenang bagian Recurve U13 Putri. Ia senang dapat meraih lencana emas dan mempersembahkan lencana itu untuk kedua orangtuanya.

"Senang dengan hasil ini walaupun tadi sempat tremor di tangan dan kaki lantaran gugup bertanding di final," ucapnya.

Embun Adeeva Setyawan bertanding di bagian Recurve U13 final MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, pada Minggu (26/7). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Embun mempunyai langkah tersendiri untuk mengatasi tremor saat bertanding. Satu perihal nan diingatnya ialah pesan mamanya untuk membaca istighfar.

"Tarik napas kemudian baca istighfar. Biasanya saya lakukan itu sesuai pesan dari mama. Alhamdulillah jadi lebih tenang," imbuhnya.

Atlet panahan DKI Jakarta, Mikail Rachman Husain, bertanding di babak final MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, pada Minggu (26/7). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Mikail Rachman Husain asal DKI Jakarta juga sukses naik podium di Kejurnas Junior ini di bagian Compound U18 Putra. Dia senang sekaligus lega bisa menuntaskan tugasnya dengan baik.

"Lega lantaran sudah selesai. Saya mempersiapkan Kejurnas Junior ini dengan matang. Melawan atlet dari Jabar lumayan berat ditambah anginnya kencang," imbuhnya.

Reporter: Vega M. Ula

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan