
Legenda tunggal putra Indonesia, Taufik Hidayat. (Foto: BWF)
KISAH legenda bulu tangkis Taufik Hidayat, sang peraih emas Olimpiade nan sempat membikin gempar lantaran memilih mundur dari Pelatnas PBSI menarik untuk dibahas. Apalagi, air mata nyaris tumpah saat Taufik Hidayat melangkah keluar dari pondok Pelatnas Cipayung.
Setelah 12 tahun menghuni tempat nan sudah dianggapnya sebagai rumah kedua, sang maestro tunggal putra Indonesia ini resmi memutuskan untuk menanggalkan seragam Pelatnas per 29 Januari 2009. Mengenakan kemeja putih nan senada dengan istrinya, Ami Gumelar, Taufik berpamitan dengan para pengurus dan penunggu pondok dalam suasana haru nan mendalam.
"Sudah 12 tahun saya tinggal di sana, sudah seperti keluarga. Mungkin berkah doa-doa mereka juga saya bisa jadi juara," ungkap peraih lencana emas Olimpiade Athena 2004 tersebut pada 2009 silam.
1. Alasan Keluar
Pengunduran diri Taufik sempat memicu spekulasi panas. Banyak pihak menduga langkah ini diambil lantaran pembimbing kesayangannya, Mulyo Handoyo, tidak dipanggil kembali oleh pengurus PB PBSI periode 2008-2012.
Mulyo Handoyo pernah menjadi pembimbing Taufik Hidayat (Foto: PB Djarum)
Hubungan keduanya memang sangat erat, Mulyo bukan sekadar pelatih, melainkan sosok orangtua dan kawan curhat bagi Taufik. Meski mengakui aspek Mulyo ikut berpengaruh, Taufik menegaskan bahwa argumen utamanya adalah kemauan untuk berkarier secara ahli dan mandiri.
"Pak Mulyo itu argumen nan kesekian ribu kali entah keberapa. Saya mau berdikari menjadi seorang profesional," tegas pebulu tangkis nan pernah dijuluki bad boy tersebut.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin Sport lainnya
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·