Kisah Jenderal Kopassus Tidak Makan 5 Hari Bertaruh Nyawa Gotong Prajurit di Medan Perang

Sedang Trending 1 jam yang lalu

JAKARTA - Letjen TNI (Purn) Sutiyoso malang melintang di beragam palagan pertempuran saat tetap aktif jadi prajurit Kopassus. Salah satunya saat dia menyusup ke wilayah Timor Timur, nan sekarang berjulukan Timor Leste. Dia apalagi tidak makan selama lima hari untuk menyelamatkan anak buahnya nan tertembak musuh.

Dilansir dari kitab “Sutiyoso The Field General, Totalitas Prajurit Para Komando”, Rabu (24/6/2026),  saat itu Tim Susi dipimpin Mayor Infanteri Yunus Yosfiah dengan Wakil Komandan Kapten Infanteri Sunarto.

Sedangkan, Tim Tuti dipimpin Mayor Infanteri Tarub dengan wakilnya Kapten Infanteri Agus Salim Lubis. Sementara Tim Umi dipimpin Mayor Infanteri Sofian Effendi dengan Wakil Komandan Kapten Infanteri Sutiyoso. Masing-masing tim beranggotakan 100 personel sebagai bagian dari tim Operasi Flamboyan.

Sebagai pasukan intelijen tempur terbatas Operasi Flamboyan, ketiga tim tersebut disusupkan dengan penyamaran dimana setiap personel mempunyai ciri-ciri berbulu gondrong, berpakaian sipil, kemeja dan celana jeans.

Dilengkapi dengan topi dan selendang unik Timor Portugis. Di kemudian hari, ketiga tim ini dikenal dengan julukan The Blue Jeans Soldiers nan melegenda. Semua personil pun diberi nama samaran. Sebagai Kasi Intel Satgas, Sutiyoso memilih nama Manix. Nama tersebut terinspirasi dari movie mata-mata. Hingga akhirnya Sutiyoso dikenal dengan panggilan Kapten Manix.

Di sisi lain, personil partai UDT nan dipimpin Ketua Umum Francisco Xavier Lopez da Cruz telah melakukan aktivitas revolusioner anti komunis terhadap Fretilin pada 11 Agustus. Namun aktivitas tersebut bisa dilumpuhkan Fretilin. Bahkan, tidak sedikit personil UDT nan ditangkap dan dibunuh oleh Fretilin.

Tepat pada 27 Agustus 1975 Tim Umi nan dipimpin Mayor Infanteri Sofian Effendi dengan Wakil Komandan Kapten Infanteri Sutiyoso kemudian diterbangkan ke Kupang untuk selanjutnya ke Atambua, kota terdekat Indonesia ke Timor Portugis.

Setibanya di Atambua, upaya penyelundupan nan rencananya dilakukan melalui Kefamenanu untuk menguasai Ambeno dibatalkan. Tim ini diperintahkan melanjutkan perjalanan ke Motaain sebuah desa pantai di wilayah RI nan hanya berjarak 3 Km sebelah barat Kota Batugede, wilayah Timor Portugis.

Namun lantaran situasi nan tidak memungkinkan akhirnya Tim Umi diperintahkan untuk menyusup jauh ke wilayah pedalaman pegunungan di selatan Viquque.

”Saya dan pasukan mungkin tidak dapat kembali setelah melakukan penyerangan Viquque nan terletak jauh dari basis. Tapi sebagai seorang prajurit, kita selalu siap melaksanakan tugas itu sebaik-baiknya apapun risikonya,” kenang Sutiyoso.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com