IAEA Tegaskan Inspeksi Nuklir di Iran Tetap Berjalan Sesuai Perjanjian Damai dengan AS

Sedang Trending 1 jam yang lalu
IAEA Tegaskan Inspeksi Nuklir di Iran Tetap Berjalan Sesuai Perjanjian Damai dengan AS Kepala IAEA Rafael Grossi memastikan inspeksi nuklir di Iran bakal tetap dilakukan sesuai perjanjian tenteram awal dengan AS, meski Teheran sempat melontarkan bantahan.(Media Sosial X)

KEPALA badan pengawas nuklir bumi memastikan pihaknya bakal tetap melaksanakan inspeksi di Iran berasas kesepakatan tenteram awal antara negara tersebut dengan Amerika Serikat.

"Inspeksi memang bakal tetap berlangsung," ujar Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, kepada wartawan di Jepang. "Kami bakal segera mengerjakan modalitasnya, termasuk tanggal, prosedur, dan tempat."

Grossi menambahkan perjanjian nan ditandatangani minggu lampau tersebut secara definitif menyatakan pengenceran uranium nan diperkaya tinggi milik Iran bakal dilakukan di bawah pengawasan IAEA.

Ketegangan sempat mencuat setelah adanya perbedaan pernyataan antara pihak AS dan Iran mengenai kehadiran pengawas PBB ini. Wakil Presiden AS, JD Vance, sebelumnya menyatakan Iran telah setuju mengundang kembali pengawas IAEA. Namun, ahli bicara kementerian luar negeri Iran sempat membantah adanya obrolan mendalam mengenai perihal itu untuk akomodasi nan sempat dibom oleh AS saat perang 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni 2025 lalu.

Menanggapi perdebatan tersebut, Grossi menilai perihal itu sebagai dinamika politik nan biasa terjadi.

"Ada perang kata-kata di sini. Beberapa mengatakan 'ya', nan lain mengatakan 'tidak'," kata ketua IAEA tersebut pada hari Rabu. "Saya bisa memahami pernyataan politik. Itu adalah bagian dari realitas."

"Namun perihal nan mendasar... adalah bahwa ada nota kesepahaman nan ditandatangani oleh kedua presiden," tambahnya. "[Dokumen tersebut] menyatakan secara definitif bahwa aktivitas nuklir nan bakal dilakukan, nan berangkaian dengan bahan nuklir, fasilitas, bakal diawasi oleh IAEA, dengan huruf tebal. Ini bakal terjadi."

Grossi menyatakan bahwa inspeksi bakal dilakukan bekerja sama dengan pemerintah Iran. Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, memberikan tanggapan melalui media sosial X. Ia menegaskan bahwa akses ke akomodasi nuklir nan rusak dan bahan nuklir Iran baru bakal dibahas dalam kerangka perjanjian final dengan AS, serta setelah langkah nyata diambil untuk mencabut semua sanksi.

"Kebisingan media tidak dapat digunakan untuk memaksakan kebenaran di lapangan," tulis Gharibabadi.

Di bawah nota kesepahaman 14 poin tersebut, AS dan Iran berkomitmen untuk menegosiasikan kesepakatan final dalam waktu 60 days. Selain rumor nuklir, perjanjian awal ini juga mengatur agar Iran mengizinkan pelayaran melewati Selat Hormuz, sementara AS bakal mencabut blokade laut di pelabuhan-pelabuhan Iran. Pasca kesepakatan tersebut, nilai minyak mentah Brent dilaporkan turun ke bawah US$75 untuk pertama kalinya sejak perang dimulai. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia