Kisah Ezra Timothy Nugroho, Alumni UGM yang Meneliti DNA Purba di Antartika Selama 57 Hari

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Kisah Ezra Timothy Nugroho, Alumni UGM nan Meneliti DNA Purba di Antartika Selama 57 Hari

Kisah Ezra Timothy Nugroho, Alumni Universitas Gadjah Mada nan Meneliti DNA Purba di Antartika Selama 57 Hari (Foto: UGM)

JAKARTA – Kesempatan melakukan riset di Antartika menjadi pengalaman langka, apalagi bagi peneliti muda asal Indonesia. Hal ini dirasakan oleh Ezra Timothy Nugroho, alumni Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), nan mengikuti ekspedisi ilmiah selama 57 hari di wilayah kutub selatan.

Ekspedisi tersebut berjalan sejak 2 Januari hingga 27 Februari 2026. Di usia 25 tahun, Ezra berkesempatan terlibat dalam penelitian internasional saat melanjutkan studi magister di Institute for Marine and Antarctic Studies, University of Tasmania.

Meneliti DNA Purba dari Dasar Laut

Dalam ekspedisi ini, Ezra konsentrasi meneliti sedimentary ancient DNA, ialah DNA purba nan tersimpan dalam sedimen dasar laut. Penelitiannya berfokus pada area Southern Ocean dan Antartika Timur, khususnya wilayah Cook Region.

Riset ini bermaksud memahami perubahan genetik organisme laut serta dinamika lingkungan di wilayah nan tetap minim kombinasi tangan manusia. Data nan diperoleh nantinya juga menjadi dasar untuk penelitian doktoralnya.

Tantangan Hidup di Lingkungan Ekstrem

Selama nyaris dua bulan di Antartika, Ezra kudu beradaptasi dengan kondisi nan sangat berbeda dari Indonesia. Suhu dingin hingga minus 3 derajat Celsius dan ombak tinggi di Laut Selatan menjadi tantangan utama.

Selain itu, kehidupan di kapal penelitian juga menuntut adaptasi, mulai dari ruang terbatas hingga agenda kerja nan padat. Meski demikian, dia sukses menyelesaikan seluruh rangkaian penelitian dengan baik.

Pengalaman Tak Terlupakan di Antartika

Salah satu momen paling berkesan bagi Ezra adalah saat sukses mengambil sampel sedimen laut menggunakan metode coring. Teknik ini memungkinkan peneliti memandang lapisan sedimen nan menyimpan jejak perubahan lingkungan selama ribuan tahun.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com