Kisah Bambang Pamungkas Gagal Main di Tim Senior Roda JC karena Kalah Saing dari 3 Pemain Asing

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Kisah Bambang Pamungkas Gagal Main di Tim Senior Roda JC lantaran Kalah Saing dari 3 Pemain Asing

Legenda Persija Jakarta, Bambang Pamungkas. (Foto: Instagram/bepe20)

NAMA Bambang Pamungkas tidak hanya wangi di kancah sepak bola nasional, tetapi juga menyimpan jejak historis di Benua Biru. Legenda Persija Jakarta nan berkawan disapa Bepe ini kembali mengenang masa-masa saat dirinya mengadu nasib di Eropa pada akhir era 90-an, sebuah perjalanan nan membentuk mentalnya sebagai salah satu striker terbaik nan pernah dimiliki Indonesia.

Dalam sebuah sesi bincang-bincang di kanal YouTube, Bepe menceritakan pengalamannya menjalani trial di beberapa klub besar Jerman dan Belanda antara tahun 1998 hingga 1999. Pria asal Salatiga ini tercatat pernah mendapatkan undangan untuk unjuk gigi di FC Koln, Borussia Monchengladbach, hingga Roda JC Kerkrade.

1. Terbentur Aturan Kuota Pemain Non-Uni Eropa

Meski kemampuannya diakui, langkah Bepe untuk menembus skuad utama Roda JC kudu terganjal tembok regulasi. Saat itu, patokan pemain asing di Eropa sangat ketat, di mana satu klub hanya diperbolehkan mendaftarkan tiga pemain dari luar Uni Eropa (Asia, Amerika Latin, dan Afrika). Ironisnya, tiga slot tersebut sudah diisi oleh pemain-pemain kelas bumi nan berstatus jebolan Piala Dunia.

“Di 1998-1999 itu gua pernah trial di Eropa, di klub FC Koln Jerman, kemudian Roda JC Kerkrade Belanda, kemudian di Borussia Monchengladbach. Itu diinvite (diundang),” kata Bambang Pamungkas di podcast youtube Sport77, dikutip Senin (23/2/2026).

Jurgen Klinsmann dan Bambang Pamungkas, Twitter @bepe20 Jurgen Klinsmann dan Bambang Pamungkas, Twitter @bepe20

“Roda JC itu ada tiga (pemain asing), kiper Zeljko Kalac (Australia), kemudian ada Bernard Tchoutang (Kamerun), Garba Lawal (Nigeria). Ini pemain Piala Dunia semua nih. Nah itu main di Roda JC, sehingga gua enggak bisa main di sana, register pun enggak bisa,” lanjut Bambang.

Alhasil, demi jam terbang, Bepe akhirnya ditempatkan di tim satelit berjulukan EHC Norad.

“Makanya lantaran gua main di katakanlah second team, jadi di taruh di tim kayak tim satelitnya gitu lah, di EHC itu,” imbuhnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com