Feby Novalius
, Jurnalis-Rabu, 29 Juli 2026 |15:03 WIB

Himbara diperingatkan untuk tidak menganggap remeh sasaran Return on Assets (RoA) nan telah ditetapkan pemerintah
JAKARTA – Bank-bank dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) diperingatkan untuk tidak menganggap remeh sasaran Return on Assets (RoA) nan telah ditetapkan pemerintah. Pasalnya, RoA menjadi salah satu parameter utama dalam menjaga kesehatan perbankan sekaligus mencegah akibat krisis di masa depan.
Presiden Direktur Center for Banking Crisis (CBC) Achmad Deni Daruri menilai, parameter RoA bukan sekadar nomor finansial, melainkan tolok ukur strategis nan menentukan daya saing, keberlanjutan, dan kepercayaan publik.
"RoA adalah kompas bagi manajemen bank dalam menyusun strategi operasional, investasi, serta kebijakan pengelolaan risiko," kata Deni, Rabu (29/7/2026).
RoA merupakan parameter profitabilitas nan mengukur keahlian aset bank dalam menghasilkan laba. Rasio ini menjadi salah satu ukuran krusial bagi bank-bank Himbara, ialah BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, dan BSI.
Menurut Deni, tingkat RoA mencerminkan efektivitas bank dalam mengelola aset produktif. Semakin tinggi RoA, semakin efisien bank menghasilkan untung dari aset nan dimiliki.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·