Kilang milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) IV Cilacap menjadi salah satu kilang nan bisa mengolah segala jenis minyak mentah alias crude menjadi BBM.
Pengolahan segala macam jenis minyak ini membikin produksi BBM terus bisa melangkah dengan elastis meski pasokan dari Timur Tengah terdampak perang.
Endah Purbarani, Manager Refinery Business & Optimization Pertamina RU IV Cilacap menjelaskan proses pengolahan segala jenis crude tersebut bisa dilakukan lantaran kilang RU IV mempunyai teknologi block mode.
“Jadi jika tidak ada supply dari Aramco tadi, dari crude ALC, bisa kita tukar dengan kerut lainnya nan bisa domestik, bisa juga impor, dan itu bisa membikin RU IV tetap sustain, tetap beraksi walaupun ada hambatan supply akibat dampak perang,” ujarnya ditemui di kilang RU IV, Cilacap, Jawa Tengah dikutip Kamis (30/4).
Adapun jenis crude nan umum diolah di kilang RU IV adalah Arabian Light Crude (ALC) dari Aramco. Namun dengan teknologi block mode nan sudah dilakukan di RU IV sejak Mei 2024, tak hanya ALC nan bisa diolah menjadi BBM.
Dengan begitu, nantinya pengganti pasokan crude selain dari Aramco juga tetap bisa diolah menjadi BBM. Endah juga menjelaskan jenis crude dari Rusia termasuk nan bisa diolah menjadi BBM di kilang RU IV.
“Kalau untuk mengolah crude Rusia sebetulnya belum ada kesempatan crudenya masuk ke RU IV, kelak jika ada ya secara spesifikasi harusnya tetap bisa diolah di FOC 1. Karena konsepnya sama dengan bisa mengolah seluruh crude di FOC 2, jadi kurang lebih kelak bisa mengolah (crude dari Rusia),” kata Endah.
Selain itu, Endah menuturkan sebenarnya crude dari Rusia bukanlah perihal baru bagi kilang RU IV. Sebelumnya, kilang tersebut sudah mempunyai pengalaman untuk mengolah crude dari Rusia.
“Untuk crude Rusia sendiri sebenarnya sudah pernah juga diolah di zaman-zaman dulu sebelum ada hambatan gitu ya, kita sudah pernah mengolah crude Rusia di 2012-2013 sudah pernah kita lakukan pengolahan,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membidik crude nan diimpor dari Rusia bisa dikirim ke Indonesia mulai bulan April 2026.
Kerja sama Indonesia-Rusia tersebut merupakan buah dari negosiasi bagian daya nan berjalan pada kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Rusia pada Senin (13/4).
Dengan demikian, Rusia menjadi pengganti pemasok daya ke Indonesia di tengah krisis daya nan saat ini sedang melanda bumi akibat perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·