Khutbah Jumat: Penyakit Hati dan Cara Mengobatinya

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

JAKARTA - Hati adalah nahkoda dari kebaikan tindakan dan perbuatan manusia nan perlu diperhatikan kondisinya, terlebih di kehidupan modern saat ini nan serba sibuk dan cepat. Pasalnya, manusia kerap lebih memperhatikan penampilan bentuk dan luar, tetapi di hatinya dipenuhi beragam penyakit seperti riya’, dengki, hasad, dan jelek sangka, nan bakal berakibat pada perilakunya.

Lantas gimana mengobati beragam penyakit dan menjaga kondisi hati ini? Hal ini nan bakal disampaikan dalam Khutbah Jumat berjudul “Penyakit Hati dan Cara Mengobatinya”, nan dilansir dari NU Online.

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَهْدِيهِ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَرْشِدُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللّٰهِ وَرَسُولُهُ، أَرْسَلَهُ اللّٰهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ هَادِيًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا، وَدَاعِيًا إِلَى اللّٰهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا، فَهَدَى اللّٰهُ بِهِ الْأُمَّةَ، وَكَشَفَ بِهِ الْغُمَّةَ، فَجَزَاهُ اللّٰهُ خَيْرَ مَا جَزَى نَبِيًّا عَنْ أُمَّتِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ اللّٰهِ، فَأُوصِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰهِ الْعَظِيمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: ﴿أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ﴾ [الحج: ٤٦]

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mengawali khutbah pada siang hari nan penuh keberkahan ini, khatib beramanat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi, untuk senantiasa berupaya meningkatkan kualitas keagamaan dan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ia adalah satu-satunya Tuhan nan wajib dan berkuasa disembah, Pencipta segala sesuatu, nan menakdirkan terjadinya segala sesuatu, Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak memerlukan apa pun, berbeda dengan segala sesuatu, tidak memerlukan tempat dan arah, serta Maha Suci dari corak dan ukuran.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ (رواه البخاري ومسلم)

Artinya: “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika dia baik, maka oke seluruh tubuh; dan jika dia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat an-Nu’man bin Basyir)

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com