KFC Vs CFC Vs Pizza Hut, Siapa Paling Laku?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Sejumlah emiten sigap saji resmi melaporkan kondisi keahlian keuangannya sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laman Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), tercatat perbedaan nasib posisi finansial emiten-emiten tersebut.

Keempat emiten ini adalah PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP), PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI), dan PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA). Berikut rincian kinerjanya:

Fast Food Indonesia (KFC Indonesia)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KFC Indonesia mencatatkan rugi bersih nan dapat distribusikam kepada pemilik entitas sebesar Rp 366,04 miliar sepanjang tahun 2025. Angka tersebut turun dibanding periode tahun 2024, ialah sebesar Rp 796,71 miliar.

Pendapatan KFC tercatat sebesar Rp 4,88 triliun sepanjang tahun 2025, naik tipis dibandingkan periode nan sama di tahun sebelumnya, ialah sebesar Rp 4,87 triliun. Meski begitu, KFC sukses menekan beban pokok penjualan menjadi sebesar Rp 1,99 triliun sepanjang tahun 2025.

Hingga akhir 2025, total aset KFC tercatat sebesar Rp 4,94 triliun. Sedangkan posisi liabilitas hingga akhir tahun 2025 sebesar Rp 4,51 triliun dengan ekuitas sebanyak Rp 435,85 miliar.

Perseoran juga tercatat telah menutup puluhan gerai sepanjang tahun lalu. FAST mengoperasikan 690 gerai restoran KFC hingga akhir Desember 2025, turun dibanding posisi akhir 2024 ialah sebanyak 715 gerai.

Pioneerindo Gourmet International (CFC)

Emiten pengelola restoran sigap saji CFC, PTSP membukukan penyusutan untung bersih sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangannya, untung tahun melangkah nan dapat distribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 19,38 miliar sepanjang tahun 2025 dari Rp 21,03 miliar di tahun 2024.

Kendati demikian, PTSP membukukan pertumbuhan pendapatan upaya menjadi sebesar Rp 703,26 miliar sepanjang tahun 2025. Pendapatan perseroan ditopang kuat dari CFC, ialah sebesar Rp 653,66 miliar sepanjang tahun 2025.

Adapun beban pokok penjualan perseroan tercatat sebesar Rp 270,26 miliar pada periode nan sama. Sehingga untung bruto perseroan tercatat sebesar Rp 433,94 miliar sepanjang 2025.

Hingga akhir tahun 2025, total aset perseroan tercatat sebesar Rp 354,32 miliar. Sementara liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp 170,09 miliar dengan total ekuitas sebesar Rp 184,23 miliar hingga akhir 2025.

Cipta Selera Murni (NWS Chiken)

Usai menutup seluruh gerai restoran sigap saji Texas Chiken, (CSMI) sekarang menjalankan upaya serupa dengan nama NWS Chicken dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 24 orang berstatus kontrak. Sepanjang tahun 2025, CSMI membukukan rugi bersih sebesar Rp 955,25 juta.

CSMI membukukan penyusutan penjualan sepanjang tahun 2025 menjadi Rp 1,8 miliar dari Rp 1,9 miliar di tahun sebelumnya. Kemudian beban pokok penjualan perseroan tercatat sebesar Rp 726,54 juta dengan untung kotor sebesar Rp 1,10 miliar sepanjang periode 2025.

Hingga akhir 2025, perseroan membukukan aset sebesar Rp 44,5 miliar. Adapun total liabilitas perseroan sebesar Rp 39,85 miliar dengan ekuitas sebesar Rp 4,66 hingga akhir 2025.

Sarimelati Kencana (Pizza Hut)

Pengelola restoran sigap saji Pizza Hut, Sarimelati Kencana (PZZA), sukses membalikan nasib sepanjang tahun 2025. Perseroan membukukan untung Rp 24,75 miliar sepanjang tahun 2025, dari rugi bersih sebesar Rp 72,83 miliar pada 2024.

Sepanjang tahun 2025, PZZA mencatat pendapatan neto sebesar Rp 3,05 triliun. Angka tersebut naik dari perolehan di tahun sebelumnya, ialah sebesar Rp 2,79 triliun.

Pizza Hut mencatat peningkatan tipis beban pokok penjualan menjadi Rp 918,52 miliar sepanjang tahun 2025. Dengan begitu, untung bruto perusahaan sepanjang tahun 2025 sebesar Rp 2,13 triliun.

Hingga akhir 2025, PZZA membukukan total aset sebesar Rp 1,92 triliun. Sementara posisi liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp 894,62 miliar dengan ekuitas sebesar Rp 1,03 triliun hingga akhir 2025.

Per tanggal 31 Desember 2025, perseroan mengoperasikan gerai Pizza Hut sebanyak 575. Angka tersebut turun dibanding posisi akhir 2024, ialah sebanyak 591 gerai Pizza Hut di Jakarta dan kota lain di Indonesia.

Kemudian hingga akhir Desember 2025, total tenaga kerja perseroan tercatat sebanyak 4.192. Angka tersebut juga turun dibanding posisi akhir 2024, ialah sebesar 4.467.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance