Jakarta -
Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain nan dikelola Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menerima kunjungan Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat, Tri Tito Karnavian, Rabu (15/4). Kunjungan ini menjadi corak support konkret terhadap pengembangan upaya mikro berbasis potensi lokal di area perbatasan, khususnya sektor kain tenun ikat unik Belu.
Kunjungan tersebut bertepatan dengan penyelenggaraan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi pelaku upaya mikro tenun ikat nan difasilitasi oleh Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat (Asdep PKPD) BNPP RI. Program ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat perbatasan melalui peningkatan kualitas produksi, keterampilan, dan daya saing UMKM berbasis kearifan lokal.
Dalam rangkaian agenda di PLBN Motaain, Tri Tito berbareng jejeran meninjau langsung proses produksi kain tenun ikat, mulai dari pewarnaan benang, pembuatan pola, proses penenunan, hingga penjahitan produk. Kegiatan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai rantai nilai upaya tenun nan dijalankan masyarakat perbatasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai corak apresiasi dan dukungan, Tri Tito menyerahkan support modal upaya UMKM berupa tujuh unit mesin jahit serta 50 paket sembako kepada masyarakat sekitar PLBN Motaain. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas sekaligus memperkuat keberlanjutan upaya para pengrajin.
Rombongan juga meninjau area akomodasi pelayanan di PLBN Motaain guna memandang langsung peran PLBN tidak hanya sebagai gerbang negara, tetapi juga sebagai simpul aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat perbatasan.
Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP RI, Irjen Pol. Edfrie R. Maith menyampaikan bahwa penguatan UMKM berbasis kearifan lokal merupakan strategi krusial dalam membangun kemandirian ekonomi area perbatasan. Menurutnya, sinergi antara TP PKK, pemerintah daerah, dan pengelola PLBN bakal mempercepat peningkatan kualitas SDM serta memperluas akses pasar produk lokal.
"PLBN menjadi etalase potensi unggulan perbatasan. Dengan pendampingan nan tepat, UMKM tenun ikat mempunyai kesempatan besar untuk naik kelas dan bersaing," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).
Sementara itu, Kepala PLBN Motaain, Maria Fatima Rika menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian nan diberikan Ketua Umum TP PKK Pusat kepada masyarakat perbatasan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Ketua Umum TP PKK Pusat beserta jajaran. Kehadiran dan support ini menjadi motivasi besar bagi para pelaku UMKM, khususnya pengrajin tenun ikat, untuk terus meningkatkan kualitas dan nilai jual produknya," ujarnya.
Rika juga menilai bahwa training dan support nan diberikan sejalan dengan upaya PLBN Motaain dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ia berambisi sinergi lintas sektor seperti ini dapat berkepanjangan agar masyarakat perbatasan semakin berdikari dan berkekuatan saing.
Lebih lanjut, kunjungan ini menegaskan peran PLBN Motaain sebagai pusat penggerak pembangunan area perbatasan, sekaligus etalase potensi lokal nan siap dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat Belu dan sekitarnya.
Sebagai informasi, dalam kunjungan tersebut, Tri Tito didampingi Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan, Irjen Pol. Edfrie R. Maith, Asisten Deputi PKPD BNPP RI Brigjen TNI Topri Daeng Balaw, Ketua TP PKK Kabupaten Belu, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Belu, Kepala PLBN Motaain, serta unsur Forkopimda setempat.
(ega/ega)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·