Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengecam tindakan militer Israel nan mencegat dan menculik rombongan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) di perairan Siprus, Mediterania Timur, menuju Gaza.
Dalam rombongan tersebut, terdapat wartawan Indonesia, ialah Bambang Noroyono (Abeng) dan Thoudy Badai (Ody) dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.
"Muhammadiyah selalu mengecam setiap corak intervensi apalagi juga menggunakan kekerasan alias politik kekerasan juga sebenarnya, politik kekerasan nan akhirnya merugikan semua pihak," kata Haedar di Unisa Yogyakarta, Selasa (19/5).
Haedar mengatakan rombongan ini tak mempunyai kepentingan politik.
"Jurnalis, para aktivis kemanusiaan, mereka kan tidak punya kepentingan politik apa pun. Jadi kita berambisi Israel juga jangan istilahnya ya membabi buta lah untuk menghadapi hal-hal di Palestina," katanya.
Haedar pun merasa PBB semestinya sudah bergerak mengenai peristiwa penculikan ini.
"Sudah misalkan melakukan sewenang-wenang untuk rakyat Gaza, pada saat nan sama juga melakukan sewenang-wenang terhadap beragam pihak nan sebenarnya tujuan untuk perdamaian dan kemanusiaan. Dan PBB kudu bertindak jika menurut saya," tegasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·