Jakarta -
Ketua Umum Tim Penggerak (TP) Posyandu Tri Tito Karnavian mendorong penguatan transformasi pelayanan Posyandu nan mencakup enam bagian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk mendukung pencegahan stunting.
Dalam arahannya, Tri menjelaskan bahwa pelayanan Posyandu sekarang mempunyai cakupan nan lebih luas. Posyandu tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan bagi ibu, anak, dan lansia, tetapi juga mendukung pemenuhan enam bagian SPM sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu.
"Enam bagian tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (trantibumlinmas), serta sosial," kata Tri Tito dalam keterangan tertulis, Kamis (3/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut disampaikannya saat Kunjungan Kerja Asistensi Penguatan Posyandu 6 Bidang SPM dalam Mendukung Pencegahan Stunting di Kelurahan Tarau, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Rabu (2/9). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Melalui transformasi tersebut, Tri mengharapkan Posyandu bisa membantu mengidentifikasi beragam kebutuhan dasar masyarakat dan menjembatani akses terhadap jasa nan diperlukan. Kebutuhan tersebut dapat saling berangkaian dengan upaya pencegahan stunting, mulai dari pelayanan kesehatan hingga akses terhadap air bersih, sanitasi, pendidikan, dan perlindungan sosial.
"Oleh karena itu saya datang ke sini mau memastikan bahwa posyandu tidak hanya melakukan pelayanan satu bagian saja. Sekarang dengan adanya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 pelayanan posyandu nan tadinya hanya satu bagian sekarang menjadi 6 bidang," ujar Tri.
Untuk mendukung penyelenggaraan pelayanan enam bagian SPM, para kader Posyandu diharapkan bisa melakukan pendataan terhadap kebutuhan masyarakat di wilayahnya. Hasil pendataan tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar penguatan koordinasi dan kerjasama dengan organisasi perangkat wilayah (OPD) serta pihak terkait.
Menurutnya, pembinaan dan support pemerintah kabupaten maupun kota juga menjadi bagian krusial dalam memastikan transformasi pelayanan Posyandu dapat melangkah secara berkelanjutan.
Tri mengapresiasi keaktifan para kader Posyandu di Kota Ternate nan terus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan mewujudkan generasi nan sehat serta berpendidikan.
"Semoga kesempatan ini bisa mendapatkan faedah bagi kita semua dan kita meminta support semua pihak mensukseskan Posyandu 6 SPM ini," jelasnya.
Melalui penguatan Posyandu enam bagian SPM, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat dapat teridentifikasi lebih awal dan ditindaklanjuti secara terpadu oleh pemerintah wilayah berbareng seluruh pemangku kepentingan.
"Langkah tersebut menjadi bagian krusial dalam memperkuat kualitas pelayanan masyarakat, termasuk mendukung upaya pencegahan stunting sejak tingkat desa dan kelurahan," tutupnya.
Usai memberikan arahan, Tri melanjutkan kunjungan ke rumah penerima support Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Tubo. Di letak tersebut, Tri mengikuti sosialisasi mengenai Rumah Sehat Layak Huni (RSLH) nan disampaikan narasumber dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Maluku Utara.
Pada kesempatan itu, Tri didampingi Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Ketua TP Posyandu Provinsi Maluku Utara Rusni Sarbin menyerahkan kunci rumah kepada penerima support serta meninjau langsung kondisi hunian. Dalam perbincangan bersama, Tri juga mendengarkan beragam aspirasi dan keluhan penduduk mengenai kebutuhan mereka.
(prf/ega)
22 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·