Ketua PP Muhammadiyah: Perbedaan Lebaran Bukan Tak Taat pada Pemerintah

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

 Perbedaan Lebaran Bukan Tak Taat pada Pemerintah

Ketua PP Muhammadiyah: Perbedaan Lebaran Bukan Tak Taat pada Pemerintah (Achmad Al Fiqri)

JAKARTA - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy menegaskan, perbedaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H bukan corak ketidaktaatan terhadap keputusan pemerintah. Ia menegaskan, umat muslim nan merayakan Lebaran hari ini dan esok, sama-sama alim pada pemerintah.

1. Perbedaan Lebaran

"Jadi ini kan kita sudah biasa berbeda gitu dan jangan diinterpretasikan nan penting, nan dimaksud alim kepada pemerintah itu bukan berfaedah lebarannya sama. Jadi baik nan Lebaran hari ini maupun besok itu ya sama-sama alim kepada pemerintah. Ini nan kudu kita tekankan," ujar Muhadjir saat ditemui di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2026).

Muhadjir menegaskan perihal ini lantaran memandang ada kecenderungan narasi golongan nan Lebaran lebih dulu tak alim pada Pemerintah. 

"Bukan itu urusannya. Ini juga bukan soal alim kemudian kudu semuanya bareng itu bukan. Itu nan perlu saya sampaikan," tegasnya.

"Karena apa? Karena masing-masing sudah punya argumen dan sama-sama kuatnya dan itu sangat dimungkinkan," tambahnya.

Merujuk pidato cerdas pandai muslim, Muhammad Quraish Shihab di Istana Negara beberapa waktu lalu, Muhadjir berkata, peralatan siapa nan menyaksikan datangnya bulan Ramadhan maka hendaknya dia berpuasa.

Menurutnya, perihal ini pula sama dengan umat muslim nan mengucapkan syahadat. Ia berkata, umat muslim menyatakan syahadat lantaran ada kepercayaan dan logika sehat meyakini Allah SWT sebagai Tuhan.

"Karena kita logika sehat kita menyatakan bahwa ada Tuhan itu, tidak ada Tuhan selain Allah maka kita bersyahadat. Sama itu, jadi ini soal perbedaan metodologi nan saya kira tidak perlu dipertajam," ucapnya.

Sementara itu, dia menjelaskan, Muhammadiyah menggunakan konsep tajdid dalam pedoman keagamaan, termasuk menentukan awal bulan Hijriah nan merujuk Kalender Hijriah Global Tunggal. 

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com