Ketua MPR Tegaskan RI Terus Dorong Diplomasi Perdamaian di Gaza dan Iran

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan sambutan pada Harlah ke-100 tahun NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, berbincang mengenai komitmen Indonesia dalam mendorong terciptanya perdamaian, baik di Gaza maupun di Iran. Muzani menyebut Presiden Prabowo Subianto selalu meletakkan perhatian serius terhadap ancaman perang.

“Presiden Prabowo selalu menyampaikan ke hadapan kita, perang begitu jahat, perang begitu berbahaya, perang begitu bengis, tidak ada pemisah kemanusiaan. Memang dalam norma perang, anak-anak tidak boleh dibunuh, wanita tidak boleh dibunuh. Tapi nan terjadi, anak-anak, orang tua, wanita dihancurkan. Lihatlah di Gaza, lihatlah di Iran, dan seterusnya,” kata Muzani dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ormas Islam dan Halalbihalal 1447 H nan diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (15/4) malam.

Menurut Muzani, Indonesia tak bakal berakhir menyuarakan perdamaian dan terlibat dalam diplomasi untuk mencapai perihal tersebut.

“Maka nan dilakukan Indonesia dalam situasi itu adalah kudu terus menjaga perdamaian dunia. Itu adalah tuntutan konstitusi kita, kita tidak boleh berakhir bersuara untuk menyuarakan perdamaian dunia. Kita tidak boleh berakhir menyuarakan pentingnya diplomasi dan perundingan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Muzani mengingatkan bahwa sejarah pasca-Perang Dunia Kedua telah membuktikan bahwa stabilitas bumi bisa dipertahankan berkah negosiasi dan diplomasi.

Ia memperingatkan ancaman besar jika kekuatan bersenjata kembali dijadikan jalan keluar.

“Seberat apa pun persoalan dalam perbedaan kudu diselesaikan melalui perundingan dan diplomasi. Ketika semuanya dilakukan dengan langkah kekuatan bersenjata dan perang, maka ancaman ada di depan mata kita. Itulah musibah terbesar bagi kemanusiaan, musibah terbesar bagi peradaban, dan musibah terbesar bagi perekonomian,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua MPR memberikan apresiasi tinggi terhadap pembacaan 10 poin Taujihat oleh ketua ormas-ormas Islam nan tergabung dalam MUI.

Menurutnya, perihal tersebut membawa semangat “Komite Hijaz” nan secara historis pernah menyelamatkan bumi Islam dari perpecahan di awal abad ke-20.

“Saya berambisi 10 Taujihat nan baru saja dibacakan tidak berakhir di forum nan terhormat ini, tidak hanya ditepuk tangani saja, tetapi bakal menjadi inspirasi bagi penggerak perdamaian dunia,” pungkas Muzani.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan