Ketua MPR Soroti Konflik Global, Sebut Tingkat Kerukunan di RI Tinggi

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Ketua MPR Ahmad Muzani menyoroti meningkatnya bentrok dunia nan berpotensi memicu perpecahan, termasuk di bumi Islam. Namun, dia mengatakan di tengah situasi tersebut, tingkat kerukunan di Indonesia tetap tergolong tinggi.

Hal itu disampaikan Muzani dalam sambutannya di aktivitas Halal Bihalal MUI, di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (15/4/2026). Muzani mengatakan berasas hasil survei nan disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar, Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat kerukunan nan baik di dunia.

"Kita kudu berterima kasih Indonesia dalam keadaan aman, Indonesia dalam keadaan damai, dan kita tetap rukun sampai sekarang. Tadi Menteri Agama membisikkan kepada saya, hasil survei mengatakan Indonesia adalah salah satu negara nan tingkat kerukunannya cukup tinggi di bumi ini," kata Muzani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kondisi tersebut tak terlepas dari peran besar para ulama, kiai, dan tokoh kepercayaan nan terus memberikan ketenangan kepada masyarakat. Dia juga menekankan peran abdi negara keamanan, ialah TNI dan Polri, dalam menjaga stabilitas nasional.

"Mana mungkin ini bisa terjadi jika ada kerusuhan dibiarkan oleh polisi? Mana mungkin ini bisa terjadi jika ada ancaman kedaulatan dibiarkan oleh TNI? Dan itu dicegah dari awal oleh tentara dan polisi kita. Itu sebabnya dalam bernegara kita kudu saling berbagi," ujarnya.

Lebih lanjut, Muzani menyoroti kondisi bumi nan tetap diliputi bentrok bersenjata. Dia mengatakan perang membawa akibat besar terhadap kemanusiaan, hingga ekonomi.

Meskipun, kata dia, saat ini Indonesia tetap dalam kondisi aman. Dia mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan tak ada kenaikan nilai BBM akibat dampak dari bentrok di Timur Tengah.

"Berkali-kali Presiden Prabowo selalu menyampaikan ke hadapan kita, perang begitu jahat, perang begitu berbahaya, perang begitu bengis, tidak ada pemisah kemanusiaan, tidak mengenal pemisah kasihan, dan tidak mengenal pemisah perikemanusiaan," ujarnya.

"Memang dalam norma perang anak-anak tidak boleh dibunuh, wanita tidak boleh dibunuh, orang tua tidak boleh dibunuh, akomodasi nan tidak mengenai dengan perang tidak boleh dihancurkan. Tapi nan terjadi anak-anak, orang tua, wanita dihancurkan," sambungnya.

Muzani pun membujuk seluruh komponen bangsa untuk menjaga kerukunan nan telah terbangun. Selain itu, kata dia, juga kudu memperkuat kerjasama antara ustadz dan pemerintah demi stabilitas nasional di tengah dinamika global.

"Maka nan dilakukan Indonesia dalam situasi itu adalah kudu terus menjaga perdamaian dunia. Itu adalah tuntutan konstitusi kita. Kita tidak boleh berakhir bersuara untuk menyuarakan perdamaian dunia," tuturnya.

"Kita tidak boleh berakhir menyuarakan terhadap pentingnya diplomasi. Kita tidak boleh berakhir menyuarakan terhadap pentingnya perundingan, lantaran seberat apapun persoalan dalam perbedaan kudu diselesaikan dalam perundingan dan diplomasi," imbuh dia.

(amw/zap)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News