Ketua MA Brasil Bekukan Keputusan Hakim Berseteru demi Redam Skandal

Sedang Trending 7 jam yang lalu
Ketua MA Brasil Bekukan Keputusan Hakim Berseteru demi Redam Skandal Ketua Mahkamah Agung Brasil, Edson Fachin(AFP)

KETUA Mahkamah Agung Brasil, Edson Fachin, mengambil langkah tegas pada Rabu dengan membekukan serangkaian keputusan nan saling bertentangan dari para pengadil agung nan saling bersaing. Langkah ini diambil untuk menghentikan krisis internal lembaga peradilan nan kian memanas di tengah berlangsungnya kampanye pemilihan presiden.

Mahkamah Agung Brasil saat ini tengah terguncang skandal dugaan keterkaitan antara Hakim Agung Alexandre de Moraes dengan Daniel Vorcaro, seorang bankir tersangka kasus penipuan berskala besar.

Kasus ini berubah menjadi perselisihan terbuka antara de Moraes, nan memimpin penyelidikan kasus upaya kudeta mantan Presiden Jair Bolsonaro, dengan Hakim Agung Andre Mendonca nan merupakan pengadil tunjukan Bolsonaro.

Perseteruan ini kian meluas pada Selasa ketika Kepala Kepolisian Federal Brasil, Andrei Rodrigues, dicopot dari jabatannya oleh Mendonca atas tuduhan melakukan mata-mata terhadap dirinya. Namun, sehari kemudian, Hakim Agung Flavio Dino nan merupakan mantan menteri di era Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, mengembalikan kedudukan kepala kepolisian tersebut.

Menanggapi kekacauan tersebut, Edson Fachin langsung mengintervensi dan membekukan kedua keputusan pengadil tersebut. Fachin memberikan waktu 48 jam kepada Rodrigues untuk memberikan keterangan sebelum memutuskan nasib jabatannya.

Eskalasi di internal Mahkamah Agung ini membayangi persiapan pemilihan presiden bulan depan, di mana putra Bolsonaro, Senator Flavio Bolsonaro, berupaya mengalahkan petahana berpatokan kiri, Luiz Inacio Lula da Silva.

Mendonca mengawali perseteruan dengan memerintahkan pemuatan pesan teks dari Daniel Vorcaro kepada de Moraes pekan lalu. Pesan tersebut berisi permintaan info mengenai kasus nan menjerat sang bankir.

Sebagai balasan, de Moraes menuduh Mendonca melakukan penyalahgunaan kewenangan berasas laporan intelijen kepolisian nan berkarakter rahasia, hingga akhirnya merembet pada pencopotan Rodrigues oleh Mendonca.

Pesan teks dari Vorcaro, pemilik bank swasta Banco Master nan kolaps akibat jeratan utang berbobot miliaran dolar, sekarang menjadi komoditas politik dalam bursa pilpres.

Presiden Lula menuntut transparansi penuh atas kasus ini dan meminta penghentian kebocoran info nan berkarakter selektif.

"Penting untuk membuka kerahasiaan investigasi secara penuh terhadap semua pihak nan terlibat dalam kasus Master, siapa pun mereka, tanpa memandang siapa nan bakal dirugikan. Brasil perlu mengetahui kebenarannya," tegas Lula melalui unggahan di X.

Sumber di Mahkamah Agung menyebut kasus Master ini sangat berbahaya, dengan dugaan kepolisian bahwa sang bankir menanamkan duit di beragam tempat untuk menagih support di kemudian hari. Sebelum ditangkap, Vorcaro diketahui mengirimkan sekitar 30 pesan teks ke nomor telepon nan diduga milik de Moraes.

Flavio Bolsonaro memanfaatkan temuan pesan tersebut untuk menyerang de Moraes. Namun di sisi lain, keterkaitan Flavio dengan Vorcaro juga dipertanyakan setelah terungkap bahwa sang bankir pernah mentransfer jutaan dolar kepada perantara atas permintaan sang senator. Flavio menyatakan duit tersebut ditujukan untuk pembuatan movie tentang ayahnya.

Skandal nan menggulung Mahkamah Agung ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan bumi usaha. Sekitar 3.000 organisasi upaya merilis manifesto nan memperingatkan munculnya krisis kelembagaan nan sangat serius di Brasil. (AFP/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia