Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mengatakan para makelar kasus (markus), calo, tidak sakti dan hanya bisa bekerja dengan mendapat bocoran dari orang dalam.
Hal itu disampaikannya saat Peluncuran Nasional E-Learning Aparatur Sipil Negara (ASN) Berintegritas, Rabu (17/6).
Setyo mengatakan jika ASN bekerja tanpa integritas, digitalisasi sistem nan sudah diterapkan dalam tetap bisa diakali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita melakukan semua aktivitas tanpa integritas ya, maka nan dibuat, nan sudah dikerjasamakan oleh kita semuanya ini dengan langkah digitalisasi itu hanya sebuah alat. Alat bisa diakali ya," kata Setyo.
Setyo menjelaskan KPK menemukan sejumlah praktik manipulasi nan tetap terjadi meski proses pengadaan telah dilakukan secara digital.
"Kami sudah buktikan banyak di perkara-perkara itu, kelihatannya saja sudah digitalisasi tapi pintu belakangnya, backdoor-nya itu rupanya tetap bisa dimainkan," katanya.
Ia mencontohkan pengadaan peralatan melalui e-katalog. Menurutnya, sistem itu tetap bisa diakali tergantung oleh sumber daya manusia.
"Pengadaan secara digitalisasi tetap bisa dimainkan, tetap bisa dikotak-katik. Ditutup siang hari, dibuka malam hari gitu, lantaran apa? Kembali kepada sumber daya manusianya," ujar dia.
Setyo lampau menyinggung keberadaan makelar kasus, makelar alias broker. Ia mengatakan mereka biasanya bergerak ketika memperoleh info dari orang dalam.
"Sering saya sampaikan ya, mereka selalu berdasar 'Pak ada Markus (makelar kasus), ada calo, ya ada broker'. Sering saya sampaikan seperti itu. Mereka ini tidak sakti-sakti banget Bapak-Ibu. Mereka ini sebenarnya adalah penonton, pemain nan menunggu kucuran info dari orang dalam ya," ujarnya.
Dalam praktiknya, Setyo mengatakan setelah mendapat informasi, para markus, makelar dan agen ini bekerja dalam proses pengadaan.
"Jadi jika orang dalam sudah ngasih tahu 'Woi kelak buka buat pengadaan speknya ini ini ini'. Dia rapikan lah. Nanti nilai penawarannya sekian-sekian. Dia buatlah itu ya. Nah kelak tinggal merekalah broker, Markus, makelar itu nan kemudian makelar itulah nan gerilya, carilah pemain-pemain, carilah vendor, motong nilai gitu sekian sekian sekian otomatis kualitasnya jadi tidak bagus," katanya.
(yoa/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·