Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Komisi XIII DPR, Willy Aditya memberi sejumlah catatan terhadap Persatuan Kurator dan Pengurus Indonesia (Perkapi) dalam agenda pengukuhan pengurus periode 2026-2031 dan rapat kerja perdana mereka, Jumat (18/9).
Willy meminta agar organisasi pekerjaan tidak terjebak dalam keahlian nan sekadar mengejar formalitas simbolik. Menurut dia, Perkapi kudu menjadikan norma sebagai instrumen membangun keadilan.
"Perkapi kudu melompat ke tingkatan kesadaran tertinggi dengan menjadikan norma sebagai instrumen untuk membangun peradaban bangsa nan adil," ujar Willy dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Willy mengingatkan seluruh jejeran pengurus Perkapi untuk melepaskan fanatisme kelompok. Apalagi fanatisme itu berkapak dengan mengabaikan rasa kemanusiaan dan keadilan bagi masyarakat miskin.
Menurut Willy, norma hanyalah sebuah perangkat pendukung, sedangkan nilai nan paling utama adalah etika dan integritas moral.
"Buat apa kita bicara norma jika nan meninggal nenek-nenek, hanya masalah kelaparan kemudian kita berdiri atas nama positivistik, supremasi hukum, dia masuk penjara," katanya.
Sementara, Ketua Umum Perkapi Siking Suryadi menyatakan kesiapannya agar organisasi bekerja profesional. Pihaknya menegaskan komtimen Perkapi untuk menjaga stabilitas bumi upaya dan perekonomian nasional.
"Kehadiran Perkapi sebagai organisasi baru ini tidak dimaksudkan sekadar hanya menambah struktur, tetapi juga ini mau mengambil bagian dalam memperkuat profesionalisme kurator dan pengurus," ujar Siking.
(thr/dal)
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·