Achmad Al Fiqri
, Jurnalis-Kamis, 05 Februari 2026 |22:52 WIB

Ketua DPW Perindo Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani (Foto: Tangkapan layar/Achmad Al Fiqri)
JAKARTA — Ketua DPW Perindo Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani, menilai sudah saatnya meninggalkan budaya kepemimpinan transaksional (transactional leader) menuju kepemimpinan transformasional (transformational leader). Menurutnya, masyarakat perlu diberdayakan agar bisa naik kelas.
Hal itu diungkapkan Hayat usai dikukuhkan sebagai Ketua DPW Perindo Sulsel oleh Ketua Umum DPP Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo, di Makassar, Kamis (5/2/2026).
Ia berkata, pelantikan pengurus DPW Perindo Sulsel sangat menentukan ke depan. “Kenapa? Semangat, ya, kita selalu didorong oleh legitimasi, kekuatan dari ujung sampai RT. Ya, jika orang Bugis bilang RT itu ‘wakil pejabat di Lailatul Qadar.’ Nah, sekarang ini saya tampil, ini sudah disumpah kok, sudah ada pataka. Kurang apa lagi?” ucapnya.
Dengan begitu, dia menilai para kader tinggal memetakan kondisi dan menyiapkan transformasi untuk meningkatkan kelas masyarakat. Ia pun menilai, salah satu transformasi bisa dimulai dari kepemimpinan.
“Di mana transformasi? Kita kudu tinggalkan transactional leader, kita kudu masuk kepada transformational leader. Kita kudu pastikan ide, gagasan, inovasi, produktivitas, inklusif, dan berkarakter. Nah, jika itu kita jaga, mudah-mudahan Perindo ke depan, insya Allah,” ujar Hayat.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·