Jakarta -
Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong aktivitas Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) menjadi instrumen utama untuk menyelesaikan beragam persoalan kota secara tuntas dan berkelanjutan. Ia menegaskan pembangunan tidak boleh lagi dilakukan dengan pola tambal sulam nan hanya menyelesaikan persoalan sesaat tanpa menyentuh akar masalah.
Menurutnya, pembangunan nan ideal kudu diawali dengan pemetaan persoalan secara menyeluruh melalui kajian nan matang. Dengan begitu, setiap program nan lahir dari Musrenbang dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan memberi akibat jangka panjang.
"Jangan sampai anggaran besar dikeluarkan setiap tahun, tetapi problem nan sama terus berulang. Kalau hanya menyelesaikan indikasi tanpa memahami akar persoalannya, maka pembangunan tidak bakal pernah selesai," ujar Syaifuddin dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria nan berkawan disapa Kaji Ipuk ini pun mencontohkan persoalan banjir nan selama ini menjadi pekerjaan rumah Kota Surabaya. Ia menilai penanganan banjir tidak cukup dilakukan melalui pembangunan saluran secara parsial, melainkan kudu berbasis sistem drainase nan terintegrasi dari tingkat kampung hingga skala kota.
"Kalau bicara banjir, kudu ada masterplan drainase nan jelas. Kita kudu tahu aliran air dari mana, hambatannya di mana, dan muaranya ke mana. Jangan sampai membangun saluran di satu titik, tetapi rupanya justru memindahkan masalah ke wilayah lain," paparnya.
Politisi dari partai PDI Perjuangan ini menegaskan Musrenbang kudu menjadi ruang untuk mengidentifikasi persoalan secara komprehensif sebelum menentukan corak intervensi pembangunan.
Ia mengatakan kajian nan baik dapat mencegah pembangunan nan tidak tepat sasaran maupun pengulangan pekerjaan nan sama setiap tahun.
"Kalau saat ini keahlian anggaran belum cukup untuk menyelesaikan semuanya sekaligus, minimal pemerintah sudah menyiapkan kajian dan peta jalan penyelesaiannya. Sehingga pembangunan tahun berikutnya tinggal mengikuti arah nan sudah disusun," jelasnya.
Kaji Ipuk, menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kualitas bentuk gedung alias besarnya anggaran nan dikeluarkan. Menurutnya, pembangunan kudu bisa memberikan faedah nyata dan menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
"Percuma spesifikasi bangunannya bagus, kualitas materialnya tinggi, tetapi penempatannya tidak tepat dan tidak menyelesaikan masalah. nan terpenting adalah manfaatnya bagi masyarakat," tegas legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Ia pun mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya nan dalam beberapa tahun terakhir nan bisa mengurangi titik-titik banjir melalui pembangunan drainase dan normalisasi saluran. Namun, menurutnya, upaya tersebut perlu dilanjutkan dengan pendekatan nan lebih sistematis dan terintegrasi.
Selain persoalan banjir, Kaji Ipuk menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Surabaya. Ia mengungkapkan pembangunan tidak boleh hanya terpusat di area tertentu, sementara wilayah lain tetap tertinggal dalam penyediaan akomodasi publik.
"Pembangunan kudu menghadirkan rasa keadilan. Jangan sampai ada area nan terus dipercantik, sementara area lain belum mendapatkan akomodasi dasar nan sama," ucapnya.
Salah satu contoh nan disorot adalah penyediaan jalur pedestrian nan ramah bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas. Menurutnya, akomodasi tersebut merupakan kewenangan seluruh penduduk sehingga kudu tersedia secara merata.
"Kita mau pembangunan nan dirasakan seluruh warga. Jangan hanya konsentrasi mempercantik titik tertentu, tetapi pastikan semua area mendapatkan perhatian nan sama sesuai kebutuhannya," paparnya.
Kaji Ipuk menyampaikan semangat membangun kota dari kampung kudu tetap menjadi roh dalam setiap proses Musrenbang. Sebab, beragam persoalan perkotaan pada dasarnya berasal dari lingkungan terkecil nan memerlukan solusi nan tepat.
Oleh lantaran itu, dia berambisi hasil Musrenbang tidak sekadar menjadi daftar usulan tahunan, melainkan fondasi pembangunan jangka panjang nan bisa menyelesaikan persoalan secara tuntas, terukur, dan berkeadilan.
"Musrenbang kudu menjadi perangkat untuk merancang masa depan kota. Ketika perencanaan dilakukan dengan benar, maka pembangunan tidak lagi sekadar menambal masalah, tetapi betul-betul menyelesaikannya," pungkasnya.
(anl/ega)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·