Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance.(Antara/Celal Güneş/Anadolu)
ESKALASI ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menunjukkan sinyal de-eskalasi besar-besaran. Empat pesawat angkut berat C-17 milik Angkatan Udara AS dilaporkan telah mendarat di Jenewa, Swiss, membawa peralatan logistik menjelang rencana kunjungan Wakil Presiden AS, JD Vance.
Laporan nan pertama kali dirilis oleh Axios pada Jumat (12/6/2026) ini memperkuat indikasi bahwa penandatanganan kesepakatan diplomatik antara Washington dan Teheran bakal segera dilakukan. Langkah ini menyusul pengumuman mengejutkan dari Presiden Donald Trump melalui platform Truth Social.
Poin Utama Kesepakatan:
- Pembatalan serangan udara AS ke Iran nan semula dijadwalkan Kamis malam.
- Persetujuan poin-poin akhir MoU oleh AS, Iran, Israel, dan sekutu terkait.
- Konfirmasi naskah nota kesepahaman oleh Jubir Kemlu Iran, Ismail Baghaei.
Diplomasi di Tengah Sisa Konflik
Perjalanan menuju meja perundingan ini dibayar mahal. Berdasarkan info nan dihimpun, agresi militer nan dilancarkan AS dan Israel pada 28 Februari lampau telah merenggut lebih dari 3.000 nyawa di wilayah Iran. Meski gencatan senjata telah dinyatakan sejak 8 April, tindakan saling serang secara terisolasi tetap sempat terjadi di lapangan.
Presiden Trump menegaskan bahwa kesepakatan ini telah mencapai konsensus dari semua pihak nan berpartisipasi. "Waktu dan tempat penandatanganan bakal segera diumumkan," tulis Trump dalam unggahannya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, melalui Press TV, mengonfirmasi bahwa naskah nota kesepahaman (MoU) tersebut telah disepakati pada poin-poin utamanya. Kehadiran JD Vance di Jenewa nantinya diharapkan menjadi titik kembali umum berakhirnya agresi militer di area tersebut.
Nilai rupiah dan pasar dunia terus memantau perkembangan di Jenewa, mengingat akibat besar kesepakatan ini terhadap stabilitas geopolitik dan ekonomi dunia. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·