Ketua DPRD DKI Minta Mikrotrans Diperbanyak, Dukung Integrasi LRT Jakarta

Sedang Trending 56 menit yang lalu
Suasana peresmian LRT Jakarta lintas Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin meminta Pemprov DKI Jakarta memperkuat integrasi antarmoda setelah LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai diresmikan Presiden Prabowo Subianto, Rabu (16/9).

Suhud menilai keberadaan LRT perlu ditopang transportasi pengumpan nan menjangkau permukiman hingga wilayah kecil. Salah satunya dengan memperbanyak jasa Mikrotrans.

“Catatannya adalah krusial juga penopang, Mikrotrans itu semakin menjangkau daerah-daerah kecil. Supaya bisa sampai ke sini, dari kampung-kampung perlu disambung. Nah, Mikrotrans itu agar diperbanyak,” kata Suhud saat ditemui usai peresmian LRT Jakarta, Rabu (16/9).

Menurutnya, integrasi antarmoda juga perlu dibarengi dengan tarif nan tidak membebani masyarakat. Ia berambisi integrasi tarif dapat segera diwujudkan sehingga penduduk mempunyai pengganti selain kendaraan pribadi.

“Dan juga mungkin kelak pada tarif, diharapkan juga tarif tidak memberatkan. Saya kira dua perihal itu nan krusial agar integrasi antarmoda ini bisa segera terwujud,” ujarnya.

Tarif LRT Akan Dikaji Bersama DPRD

Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin saat ditemui usai peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai, Rabu (16/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Suhud mengatakan penetapan tarif LRT Jakarta nantinya didasarkan pada hasil kajian nan melibatkan sejumlah pihak, termasuk Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) dan DPRD.

Ia menyebut DPRD tidak secara langsung memberikan persetujuan tarif, tetapi bakal terlibat dalam pembahasan dan melakukan pengawasan.

“Kalau untuk tarif kan dia itu hasil kajian. Hasil kajian tentu kelak melibatkan DPRD. Ya mungkin bukan persetujuan, tapi memang kelak kita bakal kaji bersama,” kata Suhud.

Suhud belum menyebut besaran tarif nan dianggap realistis lantaran kajian mengenai tarif tetap dilakukan.

“Ini kita belum tahu, lantaran nan melakukan kajian kan juga dengan Dewan Transportasi dan sejumlah komponen nan memang terlibat di dalam urusan transportasi,” tuturnya.

Danantara Bisa Bantu APBD

Suhud juga merespons positif pernyataan Presiden Prabowo nan menyetujui permintaan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung agar Danantara membantu pembangunan prasarana LRT di Jakarta.

Menurut Suhud, keterlibatan pemerintah pusat diperlukan lantaran pembangunan prasarana transportasi memberikan beban besar terhadap APBD DKI.

“Saya kira Danantara ini krusial ya, keterlibatan Danantara dalam pembangunan di Jakarta. Karena selama ini beban APBD untuk proyek prasarana ini menggerus banyak anggaran,” ujarnya.

Suhud mengatakan support Danantara dapat dilakukan melalui sejumlah skema, termasuk pembelian obligasi alias skema pembiayaan lainnya.

“Apakah kelak berupa membeli obligasi misalnya, ataupun juga ke skema-skema nan lain. Saya kira peran ini sangat penting,” katanya.

Ia berambisi respons positif Presiden Prabowo tersebut segera ditindaklanjuti Danantara.

“Tadi alhamdulillah Pak Presiden menanggapi dengan positif. Saya kira ini perlu ditindaklanjuti dan kudu ditindaklanjuti oleh pihak Danantara dari petunjuk Presiden tadi,” ujar Suhud.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan