Kemensos Salurkan Santunan Rp15 Juta bagi Ahli Waris Korban Bencana di NTT

Sedang Trending 47 menit yang lalu
Kemensos Salurkan Santunan Rp15 Juta bagi Ahli Waris Korban Bencana di NTT Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial, Fatma Saifullah Yusuf, menyerahkan santunan kepada korban gempa flores, Rabu (16/9/2026).(MI/Marianus Marselus)

KEMENTERIAN Sosial menyalurkan santunan sebesar Rp15 juta kepada mahir waris korban meninggal bumi akibat musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Santunan tersebut diserahkan dalam aktivitas sosial nan digelar Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial, Fatma Saifullah Yusuf, berbareng sejumlah organisasi sosial di NTT, Rabu (16/9) di Labuan Bajo.

Fatma mengatakan, santunan bagi mahir waris korban meninggal bumi merupakan bagian dari program support Kementerian Sosial nan bertindak secara nasional.

“Untuk nan meninggal dunia, kita berikan santunan kepada keluarganya, mahir warisnya, sebesar Rp15 juta. Untuk nan luka berat mendapatkan support Rp5 juta. Memang ini program untuk seluruh Indonesia,” kata Fatma.

Menurut Fatma, penyaluran support tersebut menyasar penduduk terdampak gempa bumi, banjir, dan kebakaran di sejumlah wilayah NTT, termasuk Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Manggarai.

Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis dengan melibatkan unsur pemerintah daerah. Sementara itu, support lainnya disalurkan secara langsung kepada penerima manfaat.

“Kita serahkan kepada staf ahli, kemudian bupati, kemudian kepala dinas sosial. Untuk nan lain-lainnya, kita serahkan sendiri,” ujarnya.

Sasar 400 Penerima Manfaat

Selain santunan bagi mahir waris korban meninggal bumi dan korban luka berat, aktivitas sosial tersebut juga menyasar sekitar 400 penerima manfaat.
Bantuan nan disalurkan meliputi sembako, santunan, serta sejumlah bingkisan bagi anak-anak penyintas bencana.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah organisasi sosial, antara lain Palapa, Rotary, Wonderful, Sahabat Kartini, Lovely, Lamahu, dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI).

Fatma mengatakan, support juga diberikan kepada golongan rentan, termasuk penyandang disabilitas, anak yatim, dan lanjut usia.

“Kemensos mempunyai ranah untuk golongan rentan, seperti anak yatim, penyandang disabilitas, lansia, masyarakat terlantar, dan sebagainya,” katanya.

Trauma Healing bagi Anak-Anak

Selain itu, anak-anak penyintas musibah juga mendapatkan pendampingan psikososial melalui aktivitas trauma healing.

Fatma berambisi aktivitas tersebut dapat membantu anak-anak melewati pengalaman susah akibat musibah nan mereka alami.

“Harapan saya dan ibu-ibu tentunya agar anak-anak tidak terus mengingat kejadian-kejadian nan kemarin. Saya lihat tadi anak-anak sangat ceria sekali,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Palapa, Hesty Andika Perkasa mengatakan penyaluran support kepada penyintas musibah tetap dilakukan oleh tim di lapangan.

“Kami ke sini hanya hari ini secara simbolis, tetapi setiap hari teman-teman kita di lapangan tetap membagikan support nan kami bawa,” kata Hesty.

Ia berambisi support dan perhatian tersebut dapat memberikan support bagi masyarakat terdampak musibah selama masa pemulihan. (MM/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia