Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin berambisi agar para personil DPD bisa menjaga sikap dan etika pada penyelenggaraan sidang tahunan 2026 berbareng MPR RI, Jumat (14/8) besok.
Sultan pun memastikan tak bakal ada lagi lagu-lagu nan bakal memancing suasana dan tindakan intermezo seperti nan terjadi pada sidang tahunan sebelumnya.
"Memang sidang berbareng ini juga kita sudah batasi, tidak bakal ada lagi kelak hal-hal seperti lagu-lagu nan bakal memancing suasana menjadi seperti ada intermezo seperti itu ya," kata Sultan usai meninjau persiapan sidang di kompleks parlemen, Kamis (13/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sultan berambisi agar penyelenggaraan sidang kali ini lebih berjalan khidmat dan tertib. Meski menghadapi gegap gempita HUT ke-81 RI, penyelenggaraan aktivitas kudu khidmat.
Berdasarkan hasil kesepakatan, ujar Sultan, lagu nan dipersiapkan juga hanya lagu-lagu nasional dan perjuangan untuk menghindari nuansa hiburan. Upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi sentimen publik.
"Jadi sesuai dengan nan sudah disiapkan oleh panitia, lagu juga nan bakal ditampilkan adalah lagu-lagu nan nasionalisme, perjuangan sehingga menghindari gerakan-gerakan nan bakal kelak memancing," katanya.
Persiapan sudah nyaris rampung
Menurut Sultan, persiapan aktivitas saat ini telah 90 persen. Dia memastikan persiapannya bakal rampung besok.
"Semua sudah dipersiapkan, baik itu gladi pertama maupun kedua. Baru saja selesai gladi bersih dan persiapannya sudah 90 persen rampung dengan melibatkan seluruh stakeholder. Rundown aktivitas juga sudah terukur dengan baik," ucap Sultan didampingi oleh Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung dan Sekjen DPD RI Mohammad Iqbal.
"Sudah seyogianya kita menjaga sikap dan etika itu. Saya secara pribadi menghimbau kudu menjaga sikap dan etika itu," imbuhnya.
Sidang Tahunan MPR 2026 diperkirakan bakal ada 1.200 peserta. Selain 732 personil DPR dan DPD, sisanya adalah para mantan presiden dan wakil presiden, personil kabinet, serta tamu VIP dari duta besar negara sahabat.
Di luar itu, ada pula delapan tamu unik atas undangan Presiden Prabowo Subianto. Mereka adalah penerima faedah program strategis pemerintah.
(thr/dal)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·