Kemensos Siapkan Bantuan dan Safe House bagi Korban Karhutla

Sedang Trending 48 menit yang lalu

Jakarta -

Kementerian Sosial telah menyiapkan penyaluran support kebutuhan dasar dan jasa psikososial bagi penduduk terdampak kebakaran rimba dan lahan (Karhutla). Penanganan diawali dengan menggunakan info tunggal untuk mengidentifikasi family terdampak dan memetakan kebutuhan.

"Datanya sama dan kita bisa mengidentifikasi family terdampak. Setelah itu kita lakukan beberapa penanganan di lapangan. Pertama, tentu memberikan support logistik, tempat pengungsian sementara alias unik misalnya, kita mendirikan safe house," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam siaran pers, Kamis (13/8/2026).

Hal itu dikatakan Gus Ipul dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) Penanganan Layanan Dasar di Wilayah Karhutla nan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno secara daring, hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan hasil asesmen dan identifikasi kebutuhan berbareng pemerintah daerah, Kemensos menyalurkan sejumlah support untuk memenuhi kebutuhan dasar family terdampak. Untuk mempercepat distribusi, Kemensos mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan relawan ke letak terdampak. Mereka membantu penyaluran support masyarakat di lapangan.

"Yang sudah kita salurkan di antaranya makanan siap saji, tenda-tenda perlengkapan keluarga, serta kita menurunkan SDM, Tagana, dan relawan nan berbareng Kemensos untuk melakukan pengedaran sigap terhadap support nan dibutuhkan," kata Gus Ipul

Safe house digunakan sebagai tempat perlindungan kondusif sementara bagi masyarakat terdampak Karhutla. Keluarga nan berada di safe house juga mendapatkan jasa support dasar.

"Kita juga memberikan jasa psikososial berbareng dengan Kemenkes berupa jasa kesehatan nan dibutuhkan oleh family terdampak," kata Gus Ipul.

Untuk mendukung respons sigap musibah di beragam wilayah, Kemensos mengoptimalkan kegunaan 31 letak shelter nan tersebar di 16 provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua. Keberadaan shelter tersebut menjadi bagian dari kesiapan Kemensos dalam memberikan tempat pemindahan aman, pemenuhan kebutuhan dasar, jasa kesehatan dan psikososial serta letak koordinasi-informasi.

"Soal tempat logistik alias letak shelter Kemensos berada di 16 provinsi, 31 letak shelter, dari Aceh sampai Papua. Inilah kira-kira support Kemensos, kami siap bekerjasama di bawah pengarahan Pak Menko PMK. Di lapangan kami di bawah koordinasi BNPB," kata Gus Ipul.

Penanganan musibah kolaboratif melibatkan TNI, kepolisian, Tagana, dan relawan. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan support dan jasa bagi family terdampak dapat disalurkan secara sigap sesuai kebutuhan di lapangan.

"Pada prinsipnya, kami bakal memberikan support sesuai dengan tugas dan kegunaan Kemensos untuk semua family terdampak, (kolaborasi) beserta dengan kementerian-kementerian nan lain," ujar Gus Ipul.

Hadir dalam rapat, antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Wakil Menteri Koordinator Polhukam Lodewijk Freidrich Paulus, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, dan Wakil Menteri PPPA Veronica Tan.

(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News