Ketika Anak-Anak Belajar Mencari Keadilan

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Ilustrasi anak-anak belajar mencari keadilan. Foto: Magnific AI

Perkaranya bukan lagi siapa nan menang dan siapa nan kalah serta siapa nan diterima dan siapa nan digagalkan. Lebih dari itu adalah banyak persoalan etis nan kudu segera diinsafi. Di antaranya adalah ruang-ruang keadilan nan kudu segera dipenuhi.

Ilustrasi komentar. Foto: SrideeStudio/Shutterstock

Internalisasi Keteladanan, bukan Sekadar Hafalan

Dari hal-hal nan sederhana, anak-anak bakal membangun pemahamannya tentang kejujuran, keadilan, dan kepercayaan. Sebaliknya, dari hal-hal nan sederhana juga mereka bakal menjadi generasi nan curang, saling mencurigai, dan nirempati.

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar nan diadakan MPR, di Kalbar pada Sabtu (9/5/2026). Foto: Youtube/MPRGOID

Anak dan Orkestrasi Ketimpangan

Mereka diajarkan kejujuran, tetapi kasus korupsi menjadi buletin harian. Mereka diajarkan makna kesetaraan, tetapi kebenaran ketimpangan terus melebar. Termasuk ketimpangan ekonomi nan sudah mereka rasakan sejak dini.

Ilustrasi anak belajar. Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO
Ilustrasi anak Sekolah Dasar (SD). Foto: Shutterstock

Pada akhirnya, anak-anak boleh saja kalah dalam kejuaraan alias dalam kehidupan ini, tetapi mereka tidak boleh merasa dikalahkan oleh sistem nan kabur, tutur nan ngawur, dan kebijaksanaan nan luntur.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan