Ketegangan Timur Tengah, RI Perkuat Pasokan Sulfur untuk Industri dan Pangan

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 02 April 2026 |15:36 WIB

Ketegangan Timur Tengah, RI Perkuat Pasokan Sulfur untuk Industri dan Pangan

RI Perkuat Pasokan Sulfur untuk Industri dan Pangan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia mengamankan pasokan sulfur sebagai bahan baku strategis di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah, untuk menjaga stabilitas produksi pupuk dan mendukung ketahanan pangan serta industri dalam negeri melalui penguatan rantai pasok dan kapabilitas domestik.

“Sekitar 33% perdagangan sulfur bumi alias 20 juta ton per tahun berasal dari area Teluk Persia, dan Indonesia tetap mengimpor lebih dari 75% kebutuhan sulfur dari area Timur Tengah. Konflik geopolitik dan gangguan jalur logistik dunia dapat mempengaruhi nilai dan pasokan sulfur dunia,” ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, Kamis (2/4/2026). 

Di sisi lain, kebutuhan masam sulfat nasional terus meningkat dan saat ini mencapai sekitar 19 juta ton per tahun, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor pupuk dan industri hilirisasi mineral, khususnya nikel. Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat permintaan sulfur dunia, sehingga sulfur menjadi komoditas strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan ketahanan industri nasional.

Ia menjelaskan, Petrokimia Gresik bukan hanya bagian dari rantai pasok sulfur, tetapi juga bagian dari solusi bagi industri nasional. Petrokimia Gresik sendiri mempunyai pabrik masam sulfat dengan kapabilitas produksi mencapai 1,8 juta ton per tahun nan terintegrasi dengan proses produksi pupuk dan produk kimia lainnya.

"Kami mempunyai akomodasi pengolahan sulfur menjadi masam sulfat nan terintegrasi dengan proses produksi pupuk dan produk kimia. Melalui akomodasi ini, Petrokimia Gresik juga berkontribusi pada penguatan pasokan bahan baku industri dalam negeri," jelas Daconi.

Lebih lanjut, Daconi menyampaikan bahwa dinamika geopolitik dunia nan mempengaruhi pasokan dan nilai sulfur bumi menuntut perusahaan untuk memperkuat strategi pengamanan pasokan bahan baku melalui penguatan supply chain dan optimasi kapabilitas produksi domestik. Untuk itu, Petrokimia Gresik melakukan sejumlah langkah strategis, antara lain diversifikasi sumber pasokan sulfur, penguatan perjanjian jangka panjang untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, serta penguatan prasarana penyimpanan dan pengedaran bahan baku. 

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com