
Kesehatan Gigi Anak Masih Jadi Tantangan, Edukasi dan Pemeriksaan Rutin Dinilai Penting (Foto: Freepik)
JAKARTA – Masalah kesehatan gigi pada anak tetap menjadi perhatian di Indonesia. Data terbaru menunjukkan kasus gigi berlubang tetap banyak ditemukan pada golongan usia anak, sehingga edukasi mengenai kebiasaan menyikat gigi nan betul serta pemeriksaan gigi secara rutin dinilai krusial untuk mencegah kerusakan gigi sejak dini.
Berdasarkan info Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan, masalah kesehatan gigi menjadi salah satu temuan terbanyak pada masyarakat. Pada 2025, sekitar satu dari dua peserta berumur 0–60 tahun tercatat mengalami gigi berlubang.
Sementara itu, pada 2026, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 1,1 juta anak alias 41 persen dari seluruh anak nan menjalani pemeriksaan melalui CKG mengalami gigi berlubang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesehatan gigi anak tetap menjadi tantangan nan memerlukan perhatian beragam pihak.
Selain tingginya nomor gigi berlubang, pemerataan jasa kesehatan gigi juga tetap menjadi pekerjaan rumah. Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) mencatat sekitar 26,8 persen puskesmas di Indonesia belum mempunyai master gigi, sehingga akses jasa di sejumlah wilayah tetap terbatas.
Pemeriksaan Gigi di Wilayah 3T
Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, beragam aktivitas pelayanan kesehatan gigi dan edukasi digelar di sejumlah wilayah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Salah satunya berjalan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, nan melibatkan puluhan tenaga kesehatan dan relawan untuk memberikan pemeriksaan, konsultasi, perawatan, serta edukasi kesehatan gigi kepada anak-anak dan masyarakat.
32 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·