Kesal Proyek Masela Mangkrak 28 Tahun, Prabowo Sempat Ultimatum Jepang

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto sempat mengungkapkan kekecewaannya terhadap penanammodal minyak dan gas bumi (migas) asal Jepang ialah Inpex Coorporation. Hal ini karena, proyek pengembangan Gas Lapangan Abadi, Blok Masela mandek selama 28 tahun.

Padahal lapangan tersebut menyimpan salah satu persediaan gas alam terbesar milik Indonesia.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam perbincangan berbareng para Jurnalis Senior dan Pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (6/9/2026), nan disiarkan CNBC Indonesia, Rabu (16/9/2026).

Untuk mengurai kebuntuan proyek strategis nasional itu, Prabowo sempat terbang langsung ke Jepang untuk 'mengultimatum' penanammodal asal Negeri Sakura ialah INPEX Coporation agar segera mengeksekusi komitmen investasinya.

Prabowo menegaskan bahwa dia mendatangi langsung para tokoh kunci di Jepang untuk mempertanyakan kesungguhan mereka dalam menggarap persediaan gas di Masela. Ia memberikan pilihan tegas bahwa proyek tersebut bakal segera dialihkan kepada pihak lain jika penanammodal Jepang tidak lagi berkeinginan melanjutkannya.

"Contoh: Masela. Itu persediaan gas salah satu terbesar nan kita miliki. 28 tahun mangkrak! Tidak dikerjakan. Ada apa? Saya terbang sendiri ke Jepang. Saya minta ketemu dengan tokoh-tokoh Jepang, saya katakanlah dengan baik-baik: 'Are you still interested? If not, kita bakal kasih ke orang lain. Kenapa 28 tahun mangkrak, kenapa?' Sekarang enggak, saya butuh duit untuk rakyat!" kata Prabowo, dikutip Kamis (17/9/2026).

Prabowo menekankan bahwa pengoptimalan potensi sumber daya alam seperti Blok Masela sangat krusial untuk menambah ruang fiskal negara demi membiayai beragam kebutuhan masyarakat.

Untuk menggenjot penerimaan di sektor daya secara menyeluruh, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dikatakan juga telah melaporkan pembukaan sekitar 128 blok minyak dan gas (migas) baru nan siap ditawarkan kepada para investor.

"Menteri ESDM lapor ke saya, sekarang kita buka kurang lebih 128 blok migas, siapa pun nan mau masuk," imbuhnya.

Selain Blok Masela, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai angan besar pada potensi sektor gas alam seiring ditemukannya sejumlah ladang gas baru berukuran sangat besar di beragam wilayah. Temuan-temuan persediaan gas dan mineral baru ini dinilai menjadi salah satu pilar kekuatan esensial ekonomi nasional ke depan.

"Berarti uang-uang tadi ini nan menambah keahlian fiskal kita, termasuk denda-denda, termasuk nan saya sita-sita itu lho: sudah 5,8 juta hektar kebun kelapa sawit melanggar kita sita! Dan sebetulnya itu tetap tidak cukup. nan angan saya adalah justru di persediaan gas," imbuhnya.

Hal itu pun sejalan dengan konsentrasi pemerintah dalam mencapai ketahanan daya nasional secara mandiri. Selain mengamankan pasokan BBM dan gas bumi, pemerintah juga terus mendorong pengembangan daya bersih terbarukan melalui diversifikasi B50 berbasis kelapa sawit hingga rencana pemanfaatan tenaga surya secara masif.

"Habis itu kita kudu amankan BBM. nan lumayan minimal sekarang, tidak separah banyak negara lain. Dan itu lantaran kita lakukan antisipasi dan sebagainya. Kita bikin B50 dari kelapa sawit, dan sebagainya, kelak ke tenaga surya, besar-besaran," tegasnya.

Seluruh penerimaan negara nan diperoleh dari sektor daya maupun penertiban kebocoran sumber daya alam nantinya bakal langsung dialokasikan ke kas negara guna membiayai program produktif rakyat. Salah satu alokasi utamanya ditujukan untuk program pembaharuan dan perbaikan akomodasi ratusan ribu sekolah di seluruh Indonesia secara bertahap.

"Jadi itu masuk ke kas negara. Yaitu kelak nan membikin kita punya ruang fiskal. Itu nan kita bisa perbaikan sekolah, renovasi, dan sebagainya," tandasnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News