Kesaksian Korban Kebakaran Kemayoran: Baru Pulang Ngojek, Api Sudah Besar

Sedang Trending 50 menit yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran di area Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6) malam, diduga dipicu oleh korsleting listrik. Musibah ini diperkirakan mengakibatkan sekitar 250 rumah dan 330 Kepala Keluarga (KK) terdampak.

Kebakaran bermulai sekitar pukul 20.55 WIB. Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mengerahkan 35 unit mobil pemadam dengan 165 personel untuk menjinakkan api.

Salah satu penduduk sekaligus Sekretaris Gabungan RT 12 hingga 16 RW04 Kebon Kosong, Supriatin, menceritakan kepanikan saat api mulai merambat ke area rumahnya.

"Saya baru pulang ngojek, apinya sudah besar. Saya panik lantaran istri saya sedang sakit di rumah," ungkap Supriatin seperti dilansir Antara.

Supriatin menambahkan bahwa istrinya sempat mengalami sesak napas akibat paparan asap tebal di letak kejadian.

Meski demikian, dia telah memastikan seluruh personil keluarganya nan berjumlah tiga orang dalam kondisi selamat.

Mengungsi ke Lapangan Jusuf Hamka

Pemerintah siapkan titik letak pengungsian di Lapangan Jusuf Hamka, Jalan Benyamin Suaeb, agar pendataan dan koordinasi support kedaruratan musibah kebakaran di area Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat lebih efektif.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, menyatakan bahwa akomodasi pengungsian telah disiapkan dengan support beragam pihak.

"Tempat pengungsian sementara disiapkan agar penduduk tidak berkumpul di jalan dan bisa beristirahat, beserta dengan logistik nan disiapkan BPBD bekerja sama dengan Dinas Sosial, PMI, dan Baznas," jelas Safrizal di Jakarta, Selasa (2/6) dinihari.

Tiga tenda telah disiapkan dari Dinas Sosial DKI Jakarta, dan sejumlah mobil logistik lainnya dari PMI hingga BPBD telah tiba di lokasi.

Pendataan

Saat ini, pendataan sedang dilakukan secara mendalam, mencakup penduduk terdampak di dua RW, ialah RW 04 nan meliputi lima RT (RT 12, 13, 14, 15, dan 16) serta RW 05 nan mencakup tiga RT (RT 01, 02, dan 03).

Safrizal menjelaskan bahwa info tersebut bakal mencakup perincian mengenai usia sekolah untuk memastikan kebutuhan pendidikan anak tetap terpenuhi.

Setelah situasi kedaruratan berakhir, pemerintah bakal melakukan inventarisasi gedung dan mendiskusikan langkah jangka panjang bagi warga.

"Nanti setelah semua kedaruratan ini selesai baru kita diskusikan seperti apa proses bagi penduduk masyarakat termasuk kemungkinan-kemungkinan jika masyarakat mau relokasi di tempat kediaman nan lebih aman," pungkas Safrizal.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita