Peristiwa pengeroyokan terhadap seorang personil TNI di area perkebunan PT Sari Aditya Loka (SAL), Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, berujung laporan polisi.
Keributan itu melibatkan sejumlah penduduk Suku Anak Dalam (SAD) dan beberapa personil TNI. Peristiwa terjadi pada Jumat (28/8).
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji membenarkan adanya laporan mengenai kejadian tersebut. Ia mengatakan penanganan kasus sekarang dilakukan oleh Polres Sarolangun.
“Masih mediasi kemarin, tapi LP-nya (Laporan Polisi) sudah, di Sarolangun (Kapolres),” kata Erlan saat dikonfirmasi, Minggu (30/8).
Menurut Erlan, polisi tetap mendalami peristiwa tersebut. Hingga saat ini, identitas orang nan diduga terlibat dalam pengeroyokan juga belum diketahui.
“Belum ada (identitas pelaku), tetap pendalaman. Penanganannya di Polres Sarolangun,” ujarnya.
Erlan mengatakan proses mediasi juga tetap dilakukan untuk meredakan persoalan nan terjadi antara kedua pihak.
Sementara itu, Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat dan telepon WhatsApp.
Peristiwa ini sebelumnya menjadi perhatian setelah rekaman video berdurasi lebih dari dua menit beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah penduduk nan diduga merupakan penduduk SAD terlibat ketegangan dengan beberapa personil TNI. Seorang personil TNI tampak berada di tengah kerumunan, sementara personil lainnya berupaya melerai.
Rekaman itu juga memperlihatkan tindakan saling sorong dan dugaan pemukulan. Sejumlah orang di letak terlihat membawa barang nan diduga merupakan senjata tajam dan barang tumpul.
Informasi awal nan dihimpun menyebut keributan diduga bermulai ketika personil TNI nan bekerja menjaga keamanan area perusahaan merekam aktivitas sejumlah penduduk SAD nan diduga mengambil buah sawit di area perkebunan.
Situasi kemudian memanas hingga terjadi keributan fisik.
Namun, polisi tetap melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti peristiwa tersebut.
Camat Air Hitam Fathur Rahman juga membenarkan adanya keributan tersebut. Saat dikonfirmasi, dia mengatakan sedang menuju letak dan menyebut proses mediasi tengah dilakukan untuk meredakan situasi.
Hingga kini, polisi tetap melakukan penyelidikan dan belum menetapkan identitas pihak nan diduga melakukan pengeroyokan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·