Kereta Buatan Inka Masuk Bengkel, Perjalanan KRL Jabodetabek Alami Penyesuaian

Sedang Trending 4 jam yang lalu
Kereta Buatan Inka Masuk Bengkel, Perjalanan KRL Jabodetabek Alami Penyesuaian Ilustrasi(Dok KAI Commuter)

KAI Commuter melakukan penyesuaian perjalanan Commuter Line Jabodetabek mulai Senin (7/9). Kebijakan tersebut diterapkan sementara seiring dilakukannya perawatan intensif terhadap sejumlah rangkaian KRL.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan penyesuaian operasional dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah sarana nan tersedia. Perubahan agenda terutama diberlakukan pada periode pagi serta sore hingga malam hari.

“Saat ini kami melakukan proses perawatan rangkaian sarana KRL nan ada secara intensif, demi keselamatan dan keamanan perjalanan," kata Karina.

Secara keseluruhan, terdapat 17 perjalanan Commuter Line nan mengalami penyesuaian. Pada pagi hari, tujuh perjalanan dari Bogor, Cilebut, dan Depok menuju Manggarai/Jakarta Kota dibatalkan. Selain itu, lima perjalanan dari Jakarta Kota menuju Bogor juga mengalami pembatalan.

Sementara pada sore hari, terdapat dua perjalanan dari Manggarai menuju Bogor serta tiga perjalanan dari Bogor nan turut disesuaikan.

Akibat perubahan tersebut, jumlah perjalanan Commuter Line Jabodetabek nan dioperasikan KAI Commuter menjadi 1.048 perjalanan per hari, turun dari sebelumnya 1.065 perjalanan.

Karina menjelaskan, perawatan rangkaian KRL merupakan bagian krusial untuk menjaga keandalan sarana nan digunakan masyarakat setiap hari. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya perusahaan memastikan aspek keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas dalam pelayanan transportasi komuter.

“Kami memahami pasti bakal ada ketidaknyamanan bagi para pengguna Commuter Line selama proses perawatan ini. Kami minta maaf atas ketidaknyamanan nan ditimbulkan,” ujar Karina.

Ia meminta masyarakat nan menggunakan Commuter Line untuk mengantisipasi perubahan tersebut dengan menyesuaikan kembali waktu perjalanan.

“Kami mengimbau kepada para pengguna untuk dapat kembali menyesuaikan agenda perjalanannya," ucap Karina.

KAI Commuter, lanjut dia, bakal menyampaikan perkembangan mengenai agenda dan operasional Commuter Line secara berkala. Informasi tersebut dapat diperoleh melalui pengumuman di stasiun, info di dalam kereta, aplikasi C-Access, serta kanal media sosial resmi KAI Commuter.

INKA Turut Periksa Rangkaian KRL

Perawatan rangkaian KRL tersebut turut mendapat support dari PT Industri Kereta Api (Persero) alias INKA sebagai produsen sarana kereta api.

INKA berbareng tim KAI Commuter dan pemangku kepentingan mengenai terlibat langsung dalam proses General Check Up terhadap rangkaian KRL seri iE305 nan diproduksi perusahaan tersebut.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan beragam komponen kereta berada dalam kondisi optimal. Beberapa bagian nan menjadi perhatian antara lain sistem bogie, sistem propulsi, serta komponen lain nan berangkaian dengan keselamatan operasional.

Senior Manager Corporate Communication and Representative Office INKA Nanang Agung Rohmandiyas mengatakan tim engineering dan quality assurance INKA telah terlibat sejak proses pemeriksaan dimulai.

"Sejak awal proses ini berlangsung, tim engineering dan quality assurance kami sudah terjun langsung berbareng tim KAI Commuter untuk memastikan setiap komponen, termasuk bogie dan sistem propulsi, berfaedah optimal. Kami mendukung penuh proses ini demi memastikan keandalan dan keselamatan sarana," tutur Nanang.

Menurut dia, keterlibatan INKA merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga kualitas dan keandalan sarana nan digunakan dalam operasional Commuter Line.

Dalam penyelenggaraan General Check Up, INKA juga bakal terus berkoordinasi dengan KAI Commuter. Koordinasi tersebut ditujukan untuk memastikan seluruh rangkaian produksi INKA memenuhi standar keselamatan sekaligus memberikan kenyamanan bagi penumpang.

"Bagi kami, ini adalah corak tanggung jawab sebagai manufaktur dan sinergi dalam ekosistem perkeretaapian. Tentunya dengan tujuan meningkatkan kualitas produk demi kenyamanan dan keselamatan pengguna Commuter Line," tutup Nanang. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia