
Keracunan MBG di Papua, Kepala BGN: Masak Pukul 19.00, Disajikan Jam 11 Siang (Foto: BGN)
JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan penyebab keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) nan terjadi di wilayah Papua beberapa waktu lalu. Menurutnya, kasus keracunan MBG lantaran hidangan tidak langsung dikonsumsi oleh siswa.
Sudaryono mengatakan, dari info nan diterima beberapa siswa diketahui membawa pulang MBG ke rumah, sehingga makanan nan semestinya menjadi makan siang, justru baru di santap siswa saat sore hari, sehingga ada potensi makanan tersebut lama ketika baru disantap sore hari.
"Ada beberapa laporan nan kami terima ada anak nan membawa pulang MBG. Jadi harusnya itu disantap jam 11, dia dibawa pulang makan di jam 4, kemudian nan keracunan tidak hanya anaknya, tetapi juga bisa bapak ibunya nan ikut makan," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (6/8/2026).
Selain itu, penyebab lain nan bisa menjadi potensi siswa keracunan MBG adalah waktu masak nan terlalu jauh dari waktu distribusi. Sudaryono juga mendapatkan laporan, bahwa SPPG memproduksi MBG saat malam hari, dan baru didistribusikan pagi hari ke sekolah-sekolah.
"Ada nan memulai masaknya itu jam 7 malam, alias hari sebelumnya, sehingga diberikan jam 11 siang," katanya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin finance lainnya
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·